informasi kesehatan


Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita

Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita

            

DokterSehat.com – Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit.

Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step.

Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih.

SEGERA BAWA KE DOKTER

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam.

Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. “Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama.”

Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal.

Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali.

Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak.

CIRI-CIRI KEJANG

Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya:

kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas

  • gigi terkatup
  • muntah
  • tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
  • pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil
  • pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.

TIPS ATASI KEJANG DEMAM

Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. .

Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri.

Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak.

Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.

Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan.

Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak.

Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.

Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.

YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA

  • Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C.
  • Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.
  • Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.
  • Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.

KEJANG TANPA DEMAM

Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak.

“Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.”

Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak.

BISA DIALAMI SEMUA ANAK

Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir.

Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.

Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).

“Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”

Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.”

JANGAN SAMPAI TERULANG

Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak.

Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. “Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.

Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.

”Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang.

DIMONITOR TIGA TAHUN

Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi.

Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut.

Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental.

Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang.

Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak.

RAGAM PENYEBAB

“Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan,” penjabarannya satu per satu di bawah ini.

* Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang.

Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).

* Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.

* Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.

WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN

Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.

Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. “Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor.

Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya.

MENOLONG ANAK KEJANG

  1. Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.
  2. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.
  3. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”
  4. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”

PENATALAKSANAAN

Penatalaksaan kejang meliputi :

1. Penanganan saat kejang* Menghentikan kejang : Diazepam dosis awal 0,3 – 0,5 mg/kgBB/dosis IV (Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian.

* Turunkan demam :

Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) diberikan 3-4 kali sehari.

Kompres ; suhu >39º C dengan air hangat, suhu > 38º C dengan air biasa.

* Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya.

* Penanganan sportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan keseimbangan tekanan darah.

2. Pencegahan Kejang* Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam.

* Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam vaproat 15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis.

ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN

Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam.

Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal.

Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. “Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.

Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus.”

sumber

pf button both Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita


 
                     

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

265 Responses to “Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita”

  1. MANSUR TARIGAN says:

    Saya punya anak umur 4 bulan,tgl 20 nov 2013 hari rabu kemaren mengalami kejang pertama tanpa demam dengan suhu 35.6 c,awalnya dia nangis yang keras lalu tiba – tiba kejang,dan saya langsung bawa kebidan,bidan bilang step.
    yang saya tanyakan apa bisa terulang lagi,masalahnya setelah jegang suhu badanya naik.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Kemungkinan berulang Lagi Ada. Dan untuk anak2 sebaiknya periksakan ke dokter Anak, bukan ke bidan, bidan untuk ibu2 Hamil Dan melahirkan. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. nonarath says:

    saya punya anak perempuan,setiap kali sakit selalu di sertai step.dan itu sejak dia msh kecil hongga skrg umur nya 2,5thn.saya mw tanya gaima mengatsinya dan brbahsya apa tidak,trmaksh.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Kejang Yg diawali demam dinamakan kejang demam, dimana pencetus ya adalah demam. Cara untuk memghindarinya, bila Ada demam segera periksakan ke dokter untuk diberikan obat anti kejang.
      Bila kejang Yg tidak diawali demam, Ada pencetus Yg lain, seperti epilepsy, infeksi pada selaput otak, dll.
      Kejang apa pun pencetusnya, dapat mengganggu perkembangan Anak, baik otaknya maupun perilakunya.
      Kami sarankan sebaiknya periksakan segera ke dokter spesialis Anak. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. uun ania purwati says:

    saya punya anak umur 1 thun,tgal 12 feb 2014 hari rabu kemaren kejang pertama panas tinggi 38.7 c,,,,terus q bwa kerumah sakit kata dokter penyakit kejang akan terulang lagi kalau anak saya demam tinggi,,,,,,yang saya tanyakan kalau punya kejang gak bakalan sembuh sampai anak saya besar,,,,,,,,

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Bila kejang Yg dicetuskan demam, biasa terjadi pada Anak sampai usia 5 tahun, namun pada beberapa kasus Kadang terjadi juga pada usia Lebih dr 5 tahun Dan dalam Hal Ini perlu dipikirkan penyebab lainnya. Seperti Yg dokter Anak anda katakan, hindari demam, Karena bila demam terjadi maka kemungkinan kejangnya Akan muncul kembali. Dan Ini bisa terjadi terus menerus sampai tentang usia Yg telah saya sebutkan. Namun bila tanpa demam, tetap terjadi demam, berarti Ada gangguan Yg lain. Bila terjadi kejang, segera bawa ke dokter/rumah sakit terdekat, Karena kejang bisa mengakibatkan gangguan pada otak, trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. isty says:

    dokter.sayA punya anak laki laki,sekarang usia nya sda 5th.sda 4 kali anak saya mengalami kejang..disertai demam.sda perna di kasi diazepam..kira2 bahaya tidak dok.untuk perkembangan anak saya..trimakasih

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Bila kejang terus menerus maka dikhawatirkan Akan mengganggu perkembangan otak Anak. Sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis Anak. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. alni says:

    saya mempunyai anak perempuan. Pada tahun kemaren pas anak saya berumur 1th mengalami kejang tetapi tidak demam dan sempat di rawat d rumah sakit dan kata dokte” di sebabkan oleh virus ” dan sembuh.

    Tapi bulan Juni 2014 anak saya mengalami kejang-kejang lagi tapi kejang sekarang beda ama kejang tahun kemaren. Kejang sekarang lebuh lama sekitar 3 menitan. saya ingin menanyakan kenapa anak saya kejangnya bisa kumat lagi yach??
    di sebabkan oleh apa lagi??
    sampe2 anak saya sekarang lemas banget……

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Apakah disertai demam? Kejang bisa berulang terutama bila sebelumnya pernah ada riwayat kejang. Sebaiknya segera periksakan anak anda kembali. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. sarifah says:

    Dok saya punya adik dia skitar 18 thn mengalami kejang tanpa demam apakah kejang seperti itu bisa timbul kembali atau saya harus cek up??tetapi sebelumnya adik saya pernah trjatuh dan mengalami luka d kepala apa mungki itu berpengaruh atau tidak dok trms..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Kapan terjatuhnya? Ada muntah/pingsan? Sebaiknya periksakan ke dokter spesialis saraf. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. Marcelina says:

    Dokter saya pny anak yg lahir tgl 13 nov 13, tanggal 10 agustus 2014 malam dia panas dan saya memberi obat penurun panas. Tetapi dini hari jam 3 tiba2 dia teriak dan kejang2 dan mulut mengeluarkan air liur. Informasi saja bapak saya menderita epilepsi, apakah itu bs merupakan tanda2 epilepsi juga selain step? Kira2 apa dan bagaimana cara penanganannya untuk hal tersebut agar anak saya tdk terkena epilepsi. Dari kejang saya bawa kedokter dan SMP rmh sakit di lab hasil lekositnya tinggi dan setelah 3 hari anak kami boleh pulang. Mohon sarannya

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Untuk anak anda kejang yg diawali dengan demam dinamakan kejang demam. Sedangkan epilepsi, tidak disertai demam. Epilepsi tidak bersifat menular dan tidak menurun. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. sabirun says:

    selamat pagi dok. mungkin entah ke sekian kali sy minta bantuan dan saran dokter, dulu yang saya keluhkan anak saya yang ke dua umur 7 thn, dan alhamdulillah sekarang sudah sehat dan tdk pernah kejang lagi tentu tetap kntrol ke dokter . dan sekarang minta di bantu pencerahaanya dokter anak sya yang ke 3 umur 1 thn. beberapa waktu lalu kejang sekitar 10 detik, karna memang panasnya sangat tinggi terakhir di bawa ke ugd puskesmas sampai 40, sekian. dan di beri obat penurun panas powder. cuma ada saran dokter dr ugd sekedar buat jaga jaga jika terjadi panas tinggi dan kembali kejang sya di beri resep agar mencari obat anti kejang yang di masukan ke dubur, stok di puskesmas katanya habis. akhirnya sya keliling hapir ke semua apotik di samarinda, dan memang jarang sekali ada, akhirnya ketemulah di sebuah apotik, dan katanya sy harus kembali lagi ke dokter minta ttd langsung dokternya, sy pikir karna jam udah larut sy pulang tanpa hasil.dokter apakah saya perlu menyediakan obat anti kejang tersebut karna sekarang anak sy sudah sehat,,, sarannya terimakasih

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Sebaiknya memang disediakan, karena kejang demam bisa terjadi berulang terutama bila sedang ada demam. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  9. Yasin Rifky says:

    dok..saya pnya anak umur 2,5 thn..suatu ketika dia demam dan pada saat dia tidur sering kali terkejut dan kedua tangan nya sering menggelepar seperti sedang ada kontreksi otot..lalu saya bangunkan,setelah itu dia langsung terkejut sambil berteriak dan kejang2 kecil..yang mau saya tanyakn apa itu berbahaya dok?dan tindakan apa yang harus saya lakukan?

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Kemungkinan anak anda mengalami kejang demam. Segera periksakanke dokter spesialis anak. Bila terjadi berulanh bisa menyebabkan kerusakan otak dan berakibat mengganggu perkembangannya. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  10. m.riadh says:

    sy punya anak usia 1,8 tahun,kemarin mengalami demam tinggi setelah k dokter demam turun, namun setelah itu anak saya mengalami kejang-kejang, dan itu yang ketiga kalinya dalam jangka 6 bulan.
    sy mau tanya apakah anak sy terindikasi gejala epilesi ?
    terimakasih

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Bila ada demam maka dinamakan kejang demam. Hal ini bisa berulang terutama bila ada demam. Anda harus berhati2 karrna kejanh yg berulang bisa merusak perkembangan otaknya. Segera periksakan ke dokter. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  11. rusli says:

    anak saya umur 6bulan,demam sampai 39°C udah saya kompres pakek air panas obat amok sirup 2mg dan sanmol 0,7mg saya beri,ga trun jg tp ketika saya kompres pakek air dingin panasnya trun..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Sudah diperiksakan ke dokter? Bila anak demam, buka seluruh pakaiannya, gunakan handuk besar yg direndam air biasa bukan air panas, kemudian tutupi badannya dengan handuk basah tersebut kurang lebih selama 15 menit, ini bisa menurunkan demamnya. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  12. purwanto says:

    saya punya anak kemarin umr 3bln pernah kejang karna menangis, karna saya kira itu hal biasa pd anak kecil selang beberapa hari anak saya sering melihat ke atas dan retinanya sering gerak kanan kiri. sekarang umur 7bln dan matanya masih seperti itu,apakah belum terlambat untuk di obati..!

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  13. Deris Sopyandi says:

    anak saya usia 46 Bulan. dan sudah 3 kali kejang2. kejang pertama waktu usia 44 Bulan kemudian bulan Nopember 2014 minggu ke 1 dan minggu ke 3. Kejangnya tidak disertai demam…bagaimana cara pencegahan agar tidak terjadi kejang lagi..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Periksakan ke dokter spesialis saraf untuk diketahui apa penyebabnya dan diterapi. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0


Trackbacks/Pingbacks

  1. Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita « YanieA Olyvea - [...] Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita DokterSehat.com– Kejang, baik yang disertai demam atau …
  2. Kejutan Tahun 2012 « annova - [...] dalam rumah yang ternyata adalah tante dan sepupu yang membawa anaknya yang sedang dalam keadaan kejang dengan wajah sedikit …
  3. Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita « besmartwoman - [...] perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus.” Sumber : Dokter Sehat Share …
  4. Mengatasi Sakit Panas Pada Anak - Serba Serbi Berita - […] Mengatasi step / stuip / kejang demam pada bayi dan balita […]
  5. Tips Dan Cara Aman Mengatasi Demam Pada Bayi Dan Balita Anda | save picture - […] File Name : Mengatasi step / stuip / kejang demam pada bayi dan balita Source : doktersehat.com Download : …
  6. SAP DEMAM KEJANG | Melia Erika - […] : http://doktersehat.com/mengatasi-step-stuip-kejang-demam-pada-bayi-dan-balita/#ixzz3DTntyZbc […]