Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit.

Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step.

Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih.

SEGERA BAWA KE DOKTER

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam.

Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. “Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama.”

Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal.

Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali.

Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak.

CIRI-CIRI KEJANG

Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya:

kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas

  • gigi terkatup
  • muntah
  • tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
  • pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil
  • pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.

TIPS ATASI KEJANG DEMAM

Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. .

Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri.

Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak.

Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.

Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan.

Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak.

Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.

Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.

YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA

  • Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C.
  • Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.
  • Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.
  • Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.

KEJANG TANPA DEMAM

Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak.

“Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.”

Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak.

BISA DIALAMI SEMUA ANAK

Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir.

Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.

Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).

Baca Juga:  Bahaya Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan Janin

“Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”

Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.”

JANGAN SAMPAI TERULANG

Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak.

Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. “Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.

Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.

”Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang.

DIMONITOR TIGA TAHUN

Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi.

Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut.

Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental.

Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang.

Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak.

RAGAM PENYEBAB

“Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan,” penjabarannya satu per satu di bawah ini.

* Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang.

Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).

* Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.

* Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.

WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN

Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.

Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. “Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor.

Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya.

MENOLONG ANAK KEJANG

  1. Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.
  2. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.
  3. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”
  4. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”

PENATALAKSANAAN

Penatalaksaan kejang meliputi :

1. Penanganan saat kejang* Menghentikan kejang : Diazepam dosis awal 0,3 – 0,5 mg/kgBB/dosis IV (Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian.

* Turunkan demam :

Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) diberikan 3-4 kali sehari.

Kompres ; suhu >39º C dengan air hangat, suhu > 38º C dengan air biasa.

* Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya.

* Penanganan sportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan keseimbangan tekanan darah.

2. Pencegahan Kejang* Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam.

* Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam vaproat 15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis.

ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN

Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam.

Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal.

Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. “Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.

Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus.”

sumber

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. dr. Vanny Bernadus

    Penyebab kejang bisa karena demam, bisa juga tanpa demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak2 sampai usia 5 tahun. Sementara kejang tanpa demam bisa terjadi pada usia berapa saja tergantung penyebabnya. trims

  2. bardi

    Mf bu doktr, sya keluarga ank 1, pernah mgalami kejang,ank sy kejang wkt pertma bulan oktber, demam hebat, smpe 39 c, dan smbuh
    Masuk bln dsmber ini, tgl 17 ank sy kejang lg, demam jg, cuma 38 c..
    Apa ini bs berakibt fatal ya bu,.
    Dulu lahir hampir normal, tp istri q cairan ktuban kering, sy memutskan bt oprasi, akbtnya ank q trjpit dinding rahim, sampai kpala ank sy memanjang,

    Bgama saran anda bu,.
    Ap ini epilepsi, , ap ank sy bs normal pertumbuhannya..
    Mhn Pencerahannya bu,
    Trims,.

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat malam bapak,
      melihat dari gejala yang bapak uraikan, bisa diambil kesimpulan bahwa adek menderita kejang demam yaitu kejang yang terjadi saat demam dan kejang dapat berulang kembali selama anak masih demam.
      beberapa kejang demam dapat beresiko menjadi penyakit epilepsi dan menyebabkan gangguan perkembangan pada anak tergantung pada seberapa sering terkena, sekali terkena berapa lama maupun riwayat epilepsi dalam keluarga.
      oleh karena itu ketika anak mengalami kejang sebaiknya segera ke dokter agar diberikan putus kejang dan keluhan lainnya diatasi sehingga mencegah terjadinya kejang berulang pada anak.
      terimakasih

      salam

  3. rizky

    selamat siang bu dokter,.. saya rizky saya ayah dari dua orang anak dan saya punya riwayat demam hingga kejang sewaktu kecil sampai umur 5tahun dan beberapa hari(terhitung sudah 2 minggu) yang lalu anak saya yang pertama usia 1tahun 11 bulan mengalami demam tinggi hingga kejang hingga 6 kali sehari selama tiga hari sudah di bawah ke rumah sakit 2 hari di icu dan sekarang panas nya masih naik turun bagaimana saran ibu dokter semua obat sudah diberikan dan apakah anak kedua saya mengalami hal sama juga atau tidak..
    trimakasih bu dokter

    1. Dr. Eko

      Selamat malam Pak Rizky
      kami turut prihatin dengan kondisi yang dialami oleh anak bapak

      Kelainan yang dialami anak bapak disebut Kejang Demam Kompleks (KDK) karena dalam 24 jam terjadi >1x bangkitan kejang
      KDK memang perlu ditangani dengan rawat inap di rumah sakit, dan diberikan obat anti kejang baik melalui suntikan ataupun syrynge pump
      Selain pemutusan kejang dan pencegahan kejang, juga perlu mengatasi penyebab demam nya, yaitu dengan mencari sumber infeksi yang dialami anak, dan diberikan obat yang sesuai

      sebaiknya komunikasikan denganbaik dengan Dokter Spesialis Anak yang menangani anak bapak, karena beliau yang memeriksa dan merawat anak bapak secara langsung

      semoga lekas sembuh
      terima kasih

  4. Wiwie Marwiyah

    Selamat pagi dokter, anak saya berusia 10 bln, pada usia 7 bln anak sy mengalami kejang tanpa demam, saat itu terjadi kira2 dua jam setelah anak buang air besar mencret dan malamnya muntah akibat terbentur lemari sorenya. Usia 9 bulan terulang kembali, dan pagi ini kembali terulang, ketika anak sdg makan.. Bagaimana cara menyembuhkan penyakit ini dokter? Mohon sarannya. Apakah harus rekam otak? Terimakasih…

    1. dr. Eko B

      Selamat Pagi Wiwie Marwiyah
      apakah saat usia 7 bulan dan 9 bulan, kejadian kejang bersamaan dnegan demam? Apakah saat itu kejang terjadi berkali-kali atau hanya sekali?
      Saat ini apakah kejang pada anak terjadi saat demam?

      Bila kejang terjadi saat tidak demam, perlu dicari penyebabnya, adakah gangguan pada otak atau epilepsi

      Sebaiknya anak dibawa periksa ke dokter spesialis anak, karena perlu pemeriksaan dan wawancara lebih lanjut
      terima kasih

  5. Eko

    Selamat pagi Bu Dokter, putri kedua saya umur 13 bulan sudah 1 bulan ini mengalami kejang karena demam sudah 2 kali, apa yang harus saya lakukan agar tidak berulang lagi, dan bagaimana cara mengatasinya? terima kasih

    1. dr. Eko B

      Selamat Pagi Pak Eko
      kejang 2 kali yang dialami anak anda apakah terjadi pada hari yang sama?
      apakah kejang terjadi lebih dari 5 menit?
      apakah kejang terjadi pada salah satu tangan atau kaku dulu baru diikuti kejang kelojotan seluruh tubuh?
      apakah setelah kejang anak tidak sadar?
      bila salah satuya, berarti kejang yang dialami tergolong kejang demam kompleks dan perlu dirawat bila kejang seperti itu terjadi lagi

      untuk pencegahan kejang demam yaitu dengan mecegah anak demam, sebaiknya apabila anak demam, segera dibawa berobat, sebaiknya orang tua menyediakan obat putus kejang yang dimasukkan lewat dubur
      obat tersebut diberikan 1x, sambil bersiap membawa anak ke fasilitas kesehatan (IGD Puskesmas, atau IGD rumah sakit) bila kejang tidak berhenti setelah pemberian obat putus kejang memalui anus
      Silakan mintakan resep kepada dokter untuk obat putus kejang yang disediakan di rumah
      terima kasih

  6. darul

    Selamat malam,maaf gangguan istirahat nya
    Saya ingin bertanya,apa benar jika anak yang mengalami kejang tidak di perkenan kan meminum kopi.

    1. dr. Eko B

      Selamat malam Darul, benar sebaiknya tidak minum kopi karena kafein bersifat stimulan terhadap saraf
      terima kasih

  7. tiara

    Dear doctor.

    Anak saya umurnya 1thn 3bln. Dua hari badannya hangat dan dia suka menggaruk telapak kaki. Kemudian dia demam, tidak kejang tapi. Kakinya timbul bentol berisi cairan bening mirip air. di pantat dan tangan juga mulai timbul. sy beri sanmol, demam turun tp kadang naik lagi. ini hari ke 4, sanmol sy berhentikan krn demam mereda. tp bentolnya tidak hilang nafsu makan menurun drastis dan dy cm mau asi aja. Kira2 dy kenapa ya dok? tolong dibantu.

    terima kasih sebelumnya.

  8. Pingback: Penatalaksanaan Kejang Epilepsi | Kumpulan Asuhan Keperawatan

  9. Monica

    Siang Bapak / Ibu Dokter,

    Maaf dok, mau tanya anak saya saat ini sudah umur 4 tahun 8 bulan. Sewaktu umur 7 bulan dia sudah terkena step yang pertama, dan diulangi lagi ketika umur 14 bulan terkena step yang kedua. Dan tadi pagi baru mengalami step kembali. Dan anak saya juga kalo terlalu capek mudah sekali panas dok. Tapi kalo saya lihat dari keseluruhan, anak saya seperti anak2 lain seusianya dok. Hyperaktif, dan kalo dibilang dari segi otak cerdas ya, karena gampang menangkap pelajaran di sekolahnya.
    Info dari mertua dan suami saya, suami saya sewaktu kecil juga sering step , dan terakhir sampai usia 6 tahun step untuk terakhir kalinya.. Apa dokter ada solusi untuk menangani step turunan seperti yang sering terjadi sm anak saya? Karena kasihan kalo anak saya sedkit2 harus ke dokter, Mohon bantuannya dok.
    Terima kasih.

    Regards,
    Monica

    1. Dokter Eko B

      Selamat pagi Monica
      apakah kejang yang dialami anak anda terjadi saat anak demam?

      bila ya, dapat disebabkan karena kejang demam yaitu kondisi pada anak 6 bulan sampai 5 tahun dimana dapat terjadi kejang pada saat demam

      Bila kejang lama >10 menit, , kejang terjadi berkali-kali dalam sehari, setelah kejang anak tidak sadar, atau anak kejang saat kondisi tidak demam maka perlu segera dibawa ke Dokter terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menghentikan kejang

      kejang demam dapat menghilang seiring bertambahnya usia anak
      tetapi bila >6 tahun anak masih sering mengalami kejang, perlu diperiksa lebih lanjut apakan ada penyakit lain yang mendasari
      terima kasih

  10. Birugo Printing

    Sore bpk/ibu doktr

    sy pny ank umr 3 th bert 19,5kg, wkt mlhrkn sy ad demm & lama djlan lhr,skrg anak sy dvonis epilepsi primer sdh mnum obat depakene 3 x 3 ml..
    sy mw nanya dok apa bs ank sy sembh total dri tumbang nya dia agak lama jln umur 16 bln tp lancar bcara smpai saat ini belum terakhr kejang dsertai demam tgl 2 mei

    Mohon info ttg anak sy ini dok apa hrs konsul ulang kedoktr lain

    1. Dokter Eko B

      Selamat malam Birugo
      Apakah diagnosis diberikan oleh Dokter Spesialis Anak?
      Pemeriksaan apa saja yang sudah dijalani oleh anak anda?

      untuk pengobatan epilepsi dibutuhkan disiplin minum obat, dan mencegah terjadinya serangan dengan teratur minum obat, dan mencegah terjadinya demam pada anak, karena obat epilepsi baru dapat dihentikan setelah masa 2 tahun bebas kejang

      untuk keterlambatan bicara, dapat diakibatkan oleh riwayat kejang yang dialami anak

      sebaiknya anak anda secara teratur kontrol kepada Dokter Sp Anak, dan minum obat secara teratur
      terima kasih

  11. Wati_watwat

    our Comment *Siang dok?Nama saya Wati?Saya punya anak Nama nya Kayla?Umur nya Baru 1 tahun 5 bulan?nah sekarang ini anak saya sdang di Rawat di rumah sakit?karna Anak saya demam Di sertai kejang2?sebenar nya?ini udah yng ke 2 kali dengan ini anak saya di Rawat?karna Hal yang serupa?itu terjadi waktu umur nya masih 10 Bulan?nah dalam 3 hari rawatan anak saya Sudah sembuh?nah di kejadian yng ke 2 kali ini?anak saya kejang2 nya?bukan hanya sekali dalam satu hari?tapi ini kejang nyaberulang?mungkin klau saya hitung2?dlam satu hari kejang2 nya biisa Lebih kurang sampai 5 kali kejang?nah itu berlangsung waktu nya 2 Menit?yang ingin saya tanyakan dok?Tergolog ke Demam apa anak saya ini dok?Apa kah bisa disembuhka?Makasih..

  12. lidya

    Dok, adik saya berumur 1tahun7bulan , dia tidak mengalami demam tapi pernah kena campak, setelah itu tiba2 dia kejang, dia kejang setiap 2 jam dan badan nya menjadi loyo, bagaimana cara menyembuhkan nya dok?

    1. Dokter Eko B

      Selamat malam Lidya
      keluhan kejang yang tidak disertai demam, perlu diperiksa ke arah epilepsi
      silaakn diperiksakan ke DOkter Spesialis anak
      dan bila anak kembali mengalami kejang sebaiknya didokumentasikan dengan video handphone karena dokumentasi kejang sangat penting untuk diagnosis oleh dokter
      bila anak kembali kejang, jangan memasukkan apapun ke dalam mulut, miringkan anak ke samping, dan segera bawa ke dokter / IGD terdekat
      terima kasih

  13. lilik

    Orangtua juga harus sering mengukur suhu tubuh anak dan pastikan asupan cairan si kecil tercukupi.

Leave a Comment

Isi Angka Dibawah Untuk Menghindari Spam *