Mengatasi Masalah Diare Pada Ibu Hamil

DokterSehat.Com – Sangatlah wajar jika ibu hamil mengalami beberapa masalah kesehatan selama fase kehamilannya. Pada fase ini, tubuhnya mengalami berbagai perubahan, baik itu bentuk tubuh, berat badan, atau bahkan hormon-hormon yang ada di dalam tubuhnya. Sayangnya, ada beberapa masalah kesehatan yang cukup membuat resah atau memicu rasa tidak nyaman bagi ibu hamil, sebagai contoh, morning sickness, pegal-pegal, atau bahkan masalah diare. Diare temasuk cukup meresahkan ibu hamil karena bisa membuat mereka bolak-balik ke kamar mandi. Padahal, dengan membawa beban yang berat atau bentuk tubuh yang lebih besar, melakukan buang air besar di kamar mandi bisa menjadi hal yang menyulitkan bagi ibu hamil, bukan?

doktersehat-kehamilan-hamil-Infeksi-Cytomegalovirus

Pakar kesehatan menyebutkan jika diare kerap menyerang ibu hamil pada fase trimester pertama dan kedua kehamilan. Selain disebabkan karena faktor perubahan hormonal, diare juga bisa muncul karena pola makan atau bahkan munculnya stress. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini, kita bisa melakukan beberapa hal seperti sebagai berikut.

Untuk mengatasi masalah diare, hal pertama yang harus diperhatikan oleh ibu hamil tentu saja adalah dengan memastikan dirinya mengkonsumsi air putih dengan cukup. Diare memang bisa memicu dehidrasi dan andai hal ini terjadi, tentu kesehatan kehamilan berada dalam ancaman. Selain memperbanyak asupan air putih, pastikan bahwa ibu hamil mencukupi kebutuhan mineral dan elektrolit yang banyak menghilang karena diare. Andai ibu hamil kehilangan elektrolit dan cairan tubuh secara masif, maka hal ini bisa berimbas buruk bagi kehamilan karena akan meningkatkan resiko keguguran. Ibu hamil pun sebaiknya berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan obat atau perawatan yang tepat karena mereka tidak bisa sembarangan mengkonsumsi obat-obatan selama fase kehamilan.

Andai ibu hamil asal mengkonsumsi obat untuk mengatasi diare, dikhawatirkan kandungan obat ini bisa membahayakan kesehatan janin yang sedang di dalam kandungan, sehingga memang sebaiknya tidak dilakukan.