Mengatasi Hidung Tersumbat pada Anak

DokterSehat.Com Hidung anak tersumbat? Apa yang harus dilakukan?
Pada anak usia kurang dari 3 tahun, ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Yang pertama, tidak selalu jelas apa yang menyebabkan hidung tersumbat tersebut. Bayi dan batita sering mengalami pilek karena sistem kekebalan tubuh mereka sedang berkembang untuk melawan virus-virus penyebab infeksi. Namun, ada juga penyebab hidung tersumbat lain yang berbahaya.

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Selain itu, pilihan obat juga terbatas untuk obat-obat yang boleh digunakan pada anak kurang dari 4 tahun. Tidak boleh menggunakan obat flu yang dijual bebas di pasaran secara sembarangan. Obat-obatan itu bisa berbahaya bagi bayi dan batita.

Untungnya, ada banyak cara yang aman dan efektif untuk menangani hidung tersumbat pada anak yang bisa dicoba sendiri di rumah.

Langkah Pertama
Sebelum memulai tindakan apapun, ketahui dulu apa yang menyebabkan hidung tersumbat. Hidung tersumbat bisa terjadi karena pembuluh darah dan jaringan di dalam rongga hidung terisi dengan terlalu banyak air. Hal ini dapat berujung pada kondisi yang lebih buruk, misalnya infeksi sinus (sinusitis).

Penting untuk membedakan apakah infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi karena virus dapat diatasi dengan cara sederhana seperti tetes hidung yang berisi salin untuk meredakan gejala saja. Infeksi virus ini akan sembuh sendiri dalam beberapa hari bergantung pada sistem kekebalan tubuh anak. Sedangkan infeksi bakteri, yang biasanya menimbulkan gejala demam atau keluarnya cairan kental dari hidung yang berwarna kuning pekat, harus mendapatkan penanganan oleh dokter. Untungnya, ada cara yang cukup sederhana untuk membedakan antara infeksi virus dengan infeksi bakteri.

Sebagai contoh, jika keluar cairan dari hidung anak, warna cairan tersebut merupakan petunjuk penting. Cairan yang encer dan jernih biasanya disebabkan oleh virus, meskipun seiring berjalannya waktu dapat berubah warna menjadi putih, hijau, atau kuning sebelum akhirnya kembali jernih. Proses ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari.

Penyebab hidung tersumbat yang lain adalah alergi, yang memerlukan penanganan dokter dan mungkin juga perlu dilakukan tes alergi. Hidung tersumbat juga bisa terjadi karena adanya makanan atau benda asing lain yang masuk dan terjebak di dalam rongga hidung. Peristiwa seperti ini memerlukan tindakan langsung di unit gawat darurat atau di tempat praktek dokter secepatnya. Semakin lama benda asing tersebut berada di dalam hidung anak, semakin besar risiko komplikasi seperti infeksi.

Jangan pernah mencoba mengeluarkan sendiri benda asing tersebut dari dalam hidung anak. Karena bila tidak dilakukan dengan benar, tindakan tersebut malah justru dapat mendorong benda asing masuk ke rongga hidung yang lebih dalam sehingga akan semakin sulit dikeluarkan. Kadang-kadang, hidung tersumbat juga bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Dalam hal ini, segera hubungu dokter.

Penanganan Yang Aman
Salah satu cara yang paling aman dan efektif untuk meredakan hidung tersumbat pada bayi adalah dengan menggunakan tetes hidung atau semprot hidung yang berisi larutan saline (NaCl 0,9%). Produk-produk ini dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Jika menggunakan tetes hidung, teteskan dua tetes ke dalam masing-masing lubang hidung untuk mengencerkan lendir yang ada di dalam hidung. Letakkan handuk atau bantal di bawah leher bayi sehingga posisi kepala sedikit tegak agar cairan saline tersebut benar-benar masuk ke hidung dan tidak langsung keluar lagi. Kemudian, segera gunakan alat suction atau pipet hisap (dapat dibeli di apotek atau toko alat kesehatan) untuk menghisap semua cairan yang di dalam rongga hidung.

Baca Juga:  Celana Dalam Renda Ternyata Tidak Baik Untuk Vagina

Tekan pipet hisap sebelum dimasukkan ke hidung sehingga begitu tekanan dilepaskan, saat pipet sudah di dalam hidung, pipet akan mampu mengisap semua cairan di dalam hidung. Jika pipet ditekan setelah dimasukkan ke dalam hidung, angin yang keluar akibat proses penekanan tersebut dapat mendorong cairan masuk ke bagian hidung yang lebih dalam.

Setelah semua cairan terisap ke dalam pipet, keluarkan pipet dari hidung, lalu keluarkan cairan yang ada di dalam pipet tersebut ke atas kertas tisu dengan cara menekan pipet. Ulangi langkah tersebut sampai hidung anak bersih.

Lakukan terapi ini setiap sekitar 15 menit sebelum anak makan dan sebelum tidur. Hal ini akan membantu melegakan pernapasan anak sehingga anak dapat makan dan tidur dengan nyaman.

Hati-hati, beberapa produk larutan saline juga mengandung obat-obatan. Jangan menggunakan produk semacam ini. Pastikan untuk memilih tetes hidung atau semprot hidung yang hanya berisi larutan saline saja. Pastikan juga alat suction atau pipet isap selalu bersih sebelum dan setelah digunakan.

Ada juga cara lain untuk meredakan hidung tersumbat pada anak, yaitu dengan uap hangat. Tindakan ini bisa dilakukan dengan menempatkan alat vaporizer atau humidifier di dekat anak saat anak sedang tidur atau bermain. Bisa juga dengan mencampur air panas dengan air dingin, kemudian dekatkan dengan anak saat masih ada uap yang tercipta dari pencampuran tersebut.

Jangan menggunakan uap panas, karena dapat menyebabkan luka bakar, apalagi pada bayi yang memiliki lapisan kulit dan mukosa yang lebih tipis daripada orang dewasa.

Berikut ini beberapa tips lain untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi.

  • Letakkan bantal di bawah kepala bayi sehingga posisi kepala bayi akan sedikit lebih tinggi daripada kakinya. Hal ini akan membuat cairan di dalam hidung lebih mudah mengalir keluar dari hidung. Jangan melakukan tindakan ini saat bayi berada di dalam boks bayi. Boks bayi hanya untuk tidur, jangan meletakkan benda apapun di dalam boks bayi. Karena ruang gerak bayi di dalam boks lebih sempit, dikhawatirkan jika nanti bayi banyak bergerak saat tidur, bantal atau benda apapun yang ada di dalam boks tersebut membahayakan bagi bayi. Sebagai contoh, pernah ada kasus bayi yang tidur bersama dengan mainannya, kemudian karena terus bergerak, mainan tersebut tanpa sengaja menindih perutnya sehingga bayi tidak bisa bernapas dan akhirnya meninggal dunia.
  • Dorong anak supaya banyak minum: minum ASI bagi bayi dan minum air putih bagi yang sudah berhenti minum ASI. Cairan dapat membantu mengencerkan lendir dalam hidung sehingga akan lebih mudah dikeluarkan. Namun, jangan terlalu memaksakan anak untuk minum banyak air sekaligus. Berikan minum sedikit demi sedikit dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Jika anak sudah cukup besar, ajarkan menyisi (membuang ingus sendiri). Berikan contoh. Letakkan tisu di depan hidung, lalu hembuskan udara dengan kuat melalui hidung. Kemudian, minta anak untuk menirukan.