Mengapa Mata Bisa Berkedut?

DokterSehat.Com – Kedutan adalah kedipan atau kejang kelopak mata yang terjadi berulang kali dalam satu waktu dan tidak dapat dikendalikan secara sadar, biasanya pada kelopak mata atas. Kedutan (blefarospasme) biasanya mengenai otot-otot pada kedua mata. Kedutan dapat berulang setiap beberapa detik selama 1-2 menit.

doktersehat-mata

Sebagian besar orang pernah mengalami kedutan ringan dalam hidupnya. Meskipun penyebabnya belum diketahui, kedutan dikaitkan dengan faktor kelelahan, stres, dan konsumsi kafein.

Bentuk ringan dari kedutan tidaklah berbahaya dan tidak terasa nyeri. Kedutan ini biasanya hilang dengan sendirinya, tetapi bisa cukup mengganggu, terutama jika kedutan tersebut cukup kuat hingga mata tiba-tiba tertutup dan terbuka kembali secara tidak sadar.

Pada beberapa kasus, kedutan bukanlah suatu gangguan yang bersifat sementara. Beberapa orang mengalami kedutan sepanjang hari. Gejalanya bisa berulang selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Hal ini dapat menyebabkan stres emosional dan akhirnya mengganggu kualitas hidup orang tersebut.

Pada bentuk yang paling berat, yang relatif jarang terjadi, kedutan dapat menjadi kronik. Muncul gejala berkedip yang persisten. Jika berlanjut dapat berakhir hingga si penderitanya kesulitan untuk membuka matanya secara optimal sehingga mengganggu fungsi penglihatan.

Kadang-kadang, kedutan merupakan tanda dari kelainan mata seperti blefaritis (peradangan kelopak mata), mata kering, sensitivitas terhadap cahaya, dan mata merah. Meskipun jarang sekali, kedutan juga mungkin merupakan tanda kelainan otak atau saraf, misalnya Bell’s palsy, distonia, penyakit Parkinson, dan sindrom Tourette. Kedutan juga dapat terjadi sebagai efek samping obat-obatan tertentu, di antaranya adalah obat antipsikotik dan anti epilepsi.

Jenis-jenis kedutan

Ada tiga jenit kedutan:

  • Kedutan minor atau ringan. Seringkali dikaitkan dengan faktor gaya hidup, misalnya kelelahan, stres, kurang tidur, serta konsumsi alkohol, tembakau, atau kafein. Kedutan minor ini juga dapat disebabkan oleh adanya iritasi pada permukaan mata (kornea) atau selaput yang melapisi mata (konjungtiva). Pada hampir semua kasus, kedutan minor ini tidak berbahaya dan tidak nyeri.
  • Blefarospasme esensial benigna. Biasanya muncul pada orang dewasa dan semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi dapat menganggu aktivitas sehari-hari jika keadaan sudah semakin parah. Umumnya, kedutan jenis ini diawali dengan berkedip berlebihan dan/atau iritasi mata yang mungkin dipicu oleh faktor kelelahan, stres, atau iritan seperti cahaya yang terang, angin, dan polusi udara. Pada kasus yang berat, penderitanya tidak bisa membuka mata hingga beberapa jam.
  • Spasme hemifasial. Sangat jarang dan tidak hanya melibatkan otot-otot kelopak mata. Kondisi ini biasanya juga mengenai otot-otot di sekitar mulut. Berbeda dengan jenis kedutan yang lain, spasme hemifasial biasanya hanya terjadi pada satu sisi wajah. Kondisi ini kebanyakan disebabkan oleh adanya pembuluh darah arteri yang menekan serabut saraf yang seharusnya bekerja mengatur gerakan otot-otot wajah.
Baca Juga:  Cedera Tulang Penyebab Badan Bungkuk

Apa yang harus dilakukan?

Hubungi dokter jika muncul gejala:

  • Kedutan yang menetap selama lebih dari satu minggu
  • Kedutan yang menyebabkan mata benar-benar tertutup
  • Kejang yang melibatkan otot-otot wajah yang lain
  • Mata merah, bengkak, atau keluar kotoran mata
  • Kelopak mata atas tidak dapat terbuka secara optimal

Jika dokter mencurigai adanya kelainan otak atau saraf, dokter mungkin akan perlu melakukan pemeriksaan untuk mencari tanda-tanda kelainan saraf yang lain. Dokter mungkin juga perlu merujuk ke dokter sepesialis saraf (neurologi) atau sokter spesialis lain yang sesuai.

Pada kebanyakan kasus, kedutan ringan akan menghilang sendiri cukup dengan istirahat dan/atau mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol, tembakau, atau kafein. Blefarospasme tidak terjadi saat tidur.

Jika ada iritasi mata atau mata kering, yang mungkin menyebabkan kedutan, boleh juga diberikan tetes mata yang mengandung air mata buatan yang banyak dijual secara bebas di pasaran.