Mengapa Makanan Instan Tidak Baik Bagi Kesehatan Tubuh?

DokterSehat.Com – Kita tentu sering mendengar adanya informasi tentang betapa tidak sehatnya makanan-makanan instan yang beredar luas di pasaran. Yang menarik adalah, makanan layaknya mie instan yang berharga murah ini kerap menjadi solusi cepat bagi mereka yang sedang lapar. Tahukah anda, makanan instan ternyata hanya memberikan efek mengenyangkan dan rasa nikmat saat dikonsumsi. Namun, makanan ini sangat miskin nutrisi dan memberikan dampak kecanduan. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika terdapat beberapa bahan pembuat makanan instan yang sangat tidak sehat bagi kesehatan tubuh seperti sebagai berikut.

doktersehat-mie-bakmi

Makanan instan ternyata memiliki kandungan lemak trans yang cukup tinggi. Sebagai contoh, makanan layaknya kentang goreng, popcorn, atau bahkan kue kemasan memiliki kandungan lemak trans yang dua kali lipat lebih berbahaya bagi kesehatan jantung jika dibandingkan dengan efek buruk dari lemak jenuh. Kandungan lemak trans ini akan meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah sehingga pembuluh darah arteri pun semakin beresiko mengalami penyumbatan yang beresiko buruk bagi kesehatan. Tercatat, dalam setahun saja asupan lemak trans bisa meimcu 30.000 hingga 100.000 kematian dini di seluruh dunia.

Banyak makanan instan yang memiliki kandungan garam atau sodium yang sangat tinggi. Bahkan, tercatat jika jenis makanan instan layaknya mie instan, bubur instan, atau bahkan saus mengandung lebih dari ¾ kebutuhan asupan garam harian yang kita butuhkan. WHO sendiri merilis data dimana konsumsi garam masyarakat Indonesia yang banyak mengkonsumsi makanan instan mencapai 5,7 hingga 6,3 gram per hari, jauh lebih tinggi dari batas aman maksimal yang hanya 5 gram sehari. Hal ini berarti, kita akan meningkatkan kinerja ginjal dan juga beresiko meningkatkan penyakit hipertensi dan penyakit jantung.

Baca Juga:  Viagra Natural dan Jus Delima

Kandungan berbahaya dari makanan instan lainnya adalah high fructose corn syrup atau dalam bahasa Indonesia adalah sirup jagung berfruktosa tinggi. Jika kita banyak mengkonsumsi makanan instan yang mengandung bahan ini, maka resiko terkena masalah kesehatan kegemukan, tingginya kadar kolesterol, diabetes tipe dua, hingga penyakit hati pun meningkat jauh. Dengan adanya resiko-resiko tinggi bagi kesehatan tubuh ini, ada baiknya memang kita mengurangi asupan makanan instan setiap hari.