Mengapa Makanan Asin Kurang Baik Bagi Kesehatan?

DokterSehat.Com – Garam adalah salah satu bumbu dapur yang wajib ada di hampir seluruh dapur-dapur keluarga tanah air. Garam bisa memberikan rasa gurih dan asin pada makanan dan membuatnya menjadi nikmat. Hampir semua makanan yang kita konsumsi baik itu dari rumah maupun dari warung-warung selalu mengandung garam. Hal ini berarti, kita banyak mengkonsumsi garam setiap harinya. Banyak pakar kesehatan yang berkata jika manusia modern mengkonsumsi garam dua kali lipat dari yang bisa ditoleransi oleh kesehatan manusia. Berlebihnya kadar garam tentu akan kurang baik bagi kesehatan tubuh.

23938579132_9d11868964_o

Garam kerap kali disebut sebagai salah satu penyebab masalah tekanan darah tinggi. Selain itu, beberapa penyakit lain layaknya serangan jantung, stroke, atau bahkan kanker dan batu ginjal juga bisa disebabkan oleh berlebihnya konsumsi garam. Garam ternyata bisa membuat ginjal bekerja dengan lebih berat dan banyaknya kandungan sodium akan membuat pembentukan batu ginjal. Kandungan sodium dalam garam ternyata juga bisa membuat tulang kita menjadi jauh lebih lemah. Jika darah kita memiliki kadar sodium yang berlebihan, maka kadar kalsium dalam tubuh pun akan berkurang drastis sehingga tulang pun akan mengalami penurunan kekuatan.

Kadar sodium yang berlebihan dalam tubuh ternyata juga bisa memberikan resiko terkena kanker perut. Disamping makanan yang kaya garam, makanan yang juga terasa asin layaknya ikan asin akan membuat resiko terkena kanker perut semakin membesar. Banyaknya kadar garam juga akan membuat DNA dalam tubuh menjadi kacau. Memang, kekacauan ini terjadi pada percobaan yang dilakukan pada tikus yang diberikan asupan garam berlebihan. Namun, bisa jadi kemungkinan ini terjadi pada manusia yang mengkonsumsi terlalu banyak garam, bukan?

Baca Juga:  Manfaat Jenggot dan Kumis bagi kulit sampai paru-paru

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan kita untuk mengurangi asupan garam dengan signifikan. Memang, pada awalnya kita akan merasa aneh jika tidak makan makanan yang memiliki kandungan garam yang sedikit. Namun, setelah satu bulan, kita akan terbiasa dengan rasa makanan ini dan akan tetap terasa enak meskipun tanpa garam. Kita juga akan mendapatkan keuntungan berupa resiko mendapatkan penyakit yang semakin menurun karena kita menurunnya kadar sodium di dalam tubuh.