Mengapa Lapar Membuat Kita Mudah Marah?

DokterSehat.Com – Ada kecenderungan menarik pada manusia dimana jika kita merasa lapar, apalagi jika rasa ini sudah terasa cukup lama, maka kita akan cenderung lebih mudah marah dari biasanya. Banyak orang yang merasa heran tentang bagaimana mekanisme yang terjadi pada tubuh saat kita merasa kekurangan pasokan energi sehingga justru akan menimbulkan rasa marah yang uniknya justru cukup banyak membuang energi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

shutterstock_328176542 copy

Pakar kesehatan menyebutkan jika memang ada kaitan erat antara rasa lapar dan semakin mudahnya kita untuk marah. Sebagaimana diketahui, saat kita makan, berbagai nutrisi layaknya karbohidrat, protein, atau bahkan lemak akan diubah pada proses pencernaan untuk menjadi semacam gula, asam amino, dan asam bebas lemak yang diserap pembuluh darah dan disebarkan ke berbagai jaringan, otot, hingga organ-organ tubuh untuk memastikan berbagai sistem tubuh tetap berjalan. Nutrisi inilah yang menjadi energi bagi tubuh kita. Jika kita kemudian merasa lapar, kadar glukosa pun cenderung menurun dan sumber energi akan jauh berkurang. Jika hal ini terjadi, otak yang sangat membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar akan mendapatkan sinyal layaknya ada gangguan atau bahaya pada tubuh. Hasilnya adalah, kita pun akan cenderung menjadi akan lebih sensitif daripada biasanya. Karena alasan inilah jika ada hal-hal yang cenderung kita tidak sukai saat merasa lapar, kita akan lebih mudah bereaksi, khususnya dalam mengeluarkan amarah.

Pada bulan puasa ini, banyak orang yang menganggap rasa lapar seharian sebagai sebuah ujian besar. Bagaimana tidak, rasa lapar dan haus karena tidak mengkonsumsi makanan dan minuman seharian bisa saja membuat kita menjadi lebih sensitif dan mudah marah, namun, kita justru harus sebisa mungkin menahan amarah. Hal ini berarti kita harus pandai-pandai mengelola pola makan di saat santap sahur dan berbuka dengan makanan yang bergizi agar kita tidak mudah merasa lapar dan lemas saat berpuasa di siang hari.