Mengapa Kita Menangis Saat Memotong Bawang?

DokterSehat.Com– Salah satu hal yang cukup merepotkan saat memasak makanan adalah saat kita harus memotong atau melumat bawang. Kita kerap kali merasakan sensasi mata perih atau bahkan menangis saat memotongnya. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa hal ini bisa membuat kita menangis?

doktersehat-potong-bawang-buat-menangis

Pakar kesehatan dr. Robert Rosa Jr menyebutkan bahwa bawang yang tumbuh di dalam tanah memiliki sistem pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan atau mahluk lain. Sistem tersebut adalah dengan cara melepas asam amino sulfoksida saat digigit atau terluka. Saat gas asam ini dilepas, maka akan muncul gas yang disebut sebagai syn-propanethial-s-oxyde, gas inilah yang membuat mata kita bisa perih atau bahkan menangis saat memotong atau melumat bawang.

Menurut dr. Rosa, proses kimia yang muncul saat kita memotong bawang memang cukup rumit. Pada mata kita, terdapat satu set saraf yang mampu mendeteksi hal-hal yang dianggap berbahaya bagi mata kita dan salah satunya adalah gas yang dilepaskan oleh bawang ini. Mata pun akan langsung mengeluarkan air mata demi melindunginya dari gas yang dilepas oleh bawang.

Bawang merah dan bawang putih cenderung mampu melepaskan gas ini dalam kadar yang cukup tinggi. Sementara itu, bawang bombai justru hanya melepaskannya dengan jumlah yang lebih rendah sehingga kita cenderung tidak mengalami sensasi perih saat mengirisnya. Yang menarik adalah, setiap orang ternyata memberikan respons yang berbeda-beda pada pelepasan gas yang muncul saat mengiris bawang ini. Ada orang yang bisa sampai menangis, namun ada pula yang hanya merasakan sensasi perih namun tidak sampai menangis. Satu hal yang pasti, efek dari pelepasan gas ini tidaklah berbahaya bagi penglihatan atau kesehatan organ penglihatan kita.