Mengapa Kita Kesulitan Berhenti Mengkonsumsi Keripik?

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan telah sering memperingatkan kita untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat, salah satunya adalah keripik. Selain banyak memiliki kandungan kalori, garam, dan lemak, keripik kemasan juga kini banyak mengandung bahan MSG yang cukup tinggi. Rasa asin dan nikmat yang bisa dikecap lidah saat kita mengkonsumsi keripik sayangnya bisa membuat kita tidak bisa berhenti mengunyahnya, bahkan andai kita sudah merasa perut kita sudah cukup penuh. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-keripik-soda

Pakar kesehatan mengungkapkan jika rasa asin pada makanan ternyata bisa memicu persepsi enak dari otak kita. Karena alasan inilah kita seringkali memberikan garam pada setiap makanan kita dan cenderung akan lebih banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam yang lebih tinggi. Padahal, keripik sudah sangat identik dengan rasa asin yang bisa membuat kita bisa memakannya terus menerus tanpa henti.

Pakar kesehatan mengungkapkan fakta dimana kita akan cenderung mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi rata-rata 11 persen lebih banyak. Hal ini berarti kita yang menyukai hobi mengkonsumsi keripik akan mengkonsumsi lebih banyak kalori dan lemak. Dalam setiap 50 gram keripik kentang sendiri sudah memiliki 223 kalori, 221 mg garam, dan juga 14 gram lemak, padahal kita tentu akan cenderung mengkonsumsi keripik lebih banyak dari jumlah tersebut yang tentu akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita, khususnya resiko mendapatkan masalah obesitas.

Selain karena adanya rasa asin, pakar kesehatan juga mengungkapkan jika kita masih memiliki kecenderungan menyukai makanan dengan kadar lemak yang tinggi. Keripik yang juga cukup banyak mengandung lemak jika dikonsumsi dengan banyak akan menyumbang kadar kalori hingga 60 persen lebih banyak dari kalori yang kita butuhkan setiap hari. Jika kita juga cenderung jarang melakukan olahraga untuk membakar kalori tersebut, maka jangan heran jika tubuh kita pun akan cenderung mengalami pertambahan lemak dan beresiko mendapatkan masalah obesitas.