Mengapa Kita Cenderung Lebih Sering Buang Air Kecil

DokterSehat.Com – Salah satu penanda tubuh kita sedang dalam kondisi yang sehat adalah dengan melakukan buang air kecil dengan frekuensi yang cukup dalam sehari, yakni sekitar delapan kali sehari. Pakar kesehatan menyebutkan jika frekuensi buang air kecil yang normal dan disertai dengan air seni yang cenderung bening atau bersih, maka tubuh pun berada dalam kondisi terhidrasi dengan baik dan cukup sehat. Beberapa orang justru memiliki kebiasaan melakukan buang air kecil dengan frekuensi yang cukup sering. Apakah hal ini berarti tubuh sedang dalam kondisi yang tidak sehat?

doktersehat-sakit-perut

Meskipun seseorang cendeurng lebih sering buang air kecil, bukan berarti Ia sedang dalam kondisi yang tidak sehat. banyak orang yang memiliki kandung kemih yang jauh lebih kecil sehingga akan cenderung lebih sering buang air kecil. Sebagaimana kita ketahui, kandung kemih adalah semacam wadah penyimpanan urine sebelum dilepaskan melalui mekanisme buang air kecil. Normalnya, kandung kemih bisa menampung setengah liter air seni. Hanya saja, jika kandung kemih berukuran lebih kecil, maka kita pun akan lebih sering buang air kecil karena penampungannya sudah tidak cukup bukan?

Selain karena ukuran kandung kemih yang cenderung kecil, kondisi kesehatan dimana kandung kemih cenderung lebih aktif tentu akan membuat kita lebih sering buang air kecil. Masalah kandung kemih yang terlalu aktif ini lebih sering terjadi pada kaum hawa dan bahkan bisa semakin parah seiring dengan bertambahnya umur. Dalam beberapa kasus, kandung kemih yang terlalu aktif juga bisa disebabkan karena sakit punggung.

Jika kita terlalu seing buang air kecil, maka seringkali kita justru mengurangi asupan air putih. Hal ini ternyata sangat tidak baik karena bisa memicu air seni yang cenderung lebih pekat. Tetaplah minum dengan asupan harian yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, waspadalah dengan adanya beberapa penyakit berbahaya layaknya diabetes, batu ginjal, dan juga infeksi kadnung kemih. Untuk memastikan apakah penyakit tersebut memang menjadi penyebabnya? Maka kita pun harus memeriksakan kondisi tubuh ke dokter jika frekuensi buang air kecil ini sudah terlalu parah.