Mengapa Kanker Sangat Mematikan

DokterSehat.Com – Lebih dari satu dari tiga orang akan menderita beberapa bentuk kanker selama hidup mereka, Para peneliti Perancis memperkirakan angka kejadian kanker akan meningkat lebih dari 75% pada tahun 2030 di negara maju, dan lebih dari 90% di negara berkembang.

9

Kanker bukan hanya terdiri dari satu penyakit saja, melainkan ada lebih dari 200 jenis kanker  yang berbeda, masing-masing dengan gejala, metode diagnosis dan pengobatan yang berbeda pula.

Kanker terjadi ketika sel-sel dalam tubuh kita mulai bereproduksi di luar kendali dan membentuk sel-sel baru yang abnormal, sel-sel abnormal tersebut kemudian membentuk benjolan, yang dikenal sebagai tumor. Jika sel-sel dari tumor tersebut tidak dapat menyebar, maka ia disebut tumor jinak. Mereka tidak bersifat kanker dan biasanya dapat diangkat melalui prosedur pembedahan.

Jika sel mampu menyerang jaringan sehat dan organ terdekat, atau menyebar ke seluruh tubuh melalui darah atau sistem limfatik, maka tumor bersifat ganas atau kanker. Sel-sel kanker cenderung menyebar jika tumor tidak diobati.

Bahkan ketika dalam proses penyembuhan, mereka yang menderita kanker memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena lagi. Namun dalam banyak kasus, penyebab pasti atau urutan peristiwa dengan mana kanker berkembang masih belum diketahui.

Sebuah penelitian terbaru telah menemukan bahwa ada lebih dari 80 penanda genetik (gen yang bermutasi) dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker payudara, prostat atau kanker ovarium, misalnya. Para ilmuwan yakin hasil penelitian ini bisa segera menyebabkan meluasnya penggunaan profil DNA untuk mengobati kanker, meskipun pengujian genetik individu bagi mereka yang cenderung memiliki resiko seperti ketika ada riwayat keluarga menderita kanker sudah digunakan.

Mengapa kanker begitu mematikan?

Sel-sel kanker dapat menyerang bagian lain dari tubuh, di mana mereka menetap dan tumbuh untuk membentuk tumor baru yang dikenal sebagai tumor sekunder – lokasi asli dikenal sebagai tumor primer. Sel-sel menyebar dengan masuk ke darah atau pembuluh getah bening dan menyebar ke seluruh tubuh.

Sebagai contoh, jika kanker usus telah menyebar melalui dinding usus itu sendiri, ia bisa mulai tumbuh juga di kandung kemih. Jika sel memasuki aliran darah, ia dapat melakukan perjalanan ke organ jauh, seperti paru-paru atau otak. Seiring waktu, tumor kemudian akan menggantikan jaringan normal.

Baca Juga:  Terlalu Banyak Minum Air Bisa Merusak Ginjal

Proses dari sel kanker menyebar disebut metastasis. Setelah kanker telah mulai menyebar, kemungkinan untuk sembuh sering mulai turun, karena menjadi lebih sulit untuk mengobati karena berbagai alasan.

Kanker merugikan tubuh dalam beberapa cara. Ukuran tumor dapat mengganggu organ atau saluran di dekatnya yang membawa bahan kimia penting. Misalnya, tumor pada pankreas dapat tumbuh sehingga memblokir saluran empedu, menyebabkan pasien terkena ikterus obstruktif. Tumor otak dapat menekan bagian-bagian penting dari otak, menyebabkan hilang kesadaran, pingsan dan masalah kesehatan serius lainnya. Ada juga lebih banyak yang masalah luas, seperti kehilangan nafsu makan dan meningkatnya penggunaan energi ditandai dengan kehilangan berat badan, atau perubahan dalam sistem pembekuan darah yang menyebabkan trombosis vena dalam.


Bagaimana masa depan pengobatan kanker?

Bidang penelitian kanker sekarang telah berkembang begitu maju, para ilmuwan telah mencoba mencari lebih dalam untuk mengetahui apa yang salah di dalam sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa tumor dapat memiliki 100.000 mutasi genetik dan berubah dari waktu ke waktu.

Dengan penentuan mutasi yang dapat menyebabkan kanker tertentu, ilmuwan berharap terbentuknya personalisasi dalam pengobatan sehingga memungkinkan memilih obat yang paling sesuai untuk bekerja pada jenis tumor tertentu.

Para ilmuwan telah menciptakan terapi kanker bertarget yang menggunakan wawasan terbaru mereka pada tingkat molekul, Pengobatan ini menghambat pertumbuhan kanker dengan mengganggu proses pertukaran genetik dan protein khusus yang terlibat dalam pertumbuhan tumor dan penyebarannya.

Peneliti di Pusat Aplikasi Laser di University of Tennessee Space Institute di Tullahoma telah mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk mencari dan menghancurkan kanker. Mereka telah memanfaatkan kekuatan laser untuk menemukan, memetakan dan menghancurkan kanker tanpa merusak organ yang sehat. Uji klinis menggunakan terapi gen juga sedang berlangsung, perawatan eksperimental ini melibatkan penambahan materi genetik ke dalam sel seseorang untuk melawan atau mencegah penyakit.