Mengapa Hipoglikemia Bisa Terjadi Pada Anak-anak

DokterSehat.Com – Satu kenyataan yang menyedihkan tentang hipoglikemia, tak seorangpun yang bisa menghindarinya, bahkan anak-anak bisa terpengaruh oleh hipoglikemia. Hipoglikemia pada anak-anak juga menunjukkan gejala-gejala umum seperti pusing, lemas, kelaparan, kelelahan, lekas marah dan sakit kepala. Ketika hipoglikemia terjadi pada anak-anak, orang tua tidak dapat membantunya karena gejala tersebut dikhawatirkan menyebabkan kesedihan.



Setelah kadar gula darah turun di bawah 70 milligram per liter darah, anak bisa mengalami berbagai gejala yang terlalu banyak untuk mereka tanggung. Hal ini penting untuk dipahami beberapa kemungkinan penyebab hipoglikemia pada anak-anak sehingga mereka dapat ditolong. Sebagian besar, artikel ini akan menyajikan beberapa kemungkinan penyebab hipogliemia pada anak-anak, namun langkah yang paling ideal adalah memperhatikan nasihat dari dokter ahli.

Kemungkinan penyabab hioglikemia pada anak

Diabetes dan reaksi insulin

Sudah banyak kasus pada anak-anak dengan diabetes saat ini yang dapat dikaitkan dengan konsumsi makanan manis yang berlebihan. Reaksi insulin dipicu ketika seorang anak merasa lapar karena melewatkan makan mereka atau lelah setelah bermain. Dalam beberapa kasus, seorang anak dapat memiliki banyak insulin dalam sistemnya sendiri sehingga memicu hipogikemia pada anak-anak.

Hipoglikemia reaktif

Hal ini dimungkinkan untuk hipoglikemia tidak ada kaitannya dengan diabetes, sehingga kasus ini dikenal sebagai hipoglikemia reaktif. Hipolglikemia reaktif pada anak-anak terjadi ketika mereka ketika mereka merasakan gejala ini dalam satu atau dua jam setelah makan makanan kaya karbohidrat. Gejala seperti kelaparan, lemah, pusing, dan kelelahan yang dirasakan oleh anak meskipun telah banyak memakan makanan beberapa jam yang lalu. Salah satu alasan utamanya adalah bahwa pankreas tidak bekerja dengan baik.

Hipoglikemia neonatal

Dalam kasus ini, bayi prematur istilahnya dipengaruhi oleh kondisi ini. Sayangnya, kondisi kesehatan yang menyebabkan kerusakan pada sistem saraf bayi yang dapat menyebabkan kematian. Gejala hipoglikemia neonatal berakibat buruk karena bayi dapat mengalami kesulitan bernafas atau kejang.

Baca Juga:  Bayi Ini Menderita Harlequin Ichthyosis, Penyakit Langka yang Membuat Kulit Seperti Alien

Hipoglikemia pada anak-anak harus dipantau secara cermat oleh orang tua walaupun ada bantuan nasihat dari dokter mereka. Dengan cermat melihat apa yang anak-anak mereka makan, orang tua bisa membantu mencegah hipoglikemia pada anak-anak lebih dari satu cara. Selain itu, makanan harus diatur tiga jam terpisah sehingga gula darah pada tingkat normal dapat dipertahankan. Hipoglikemia pada anak-anak dapat dihindari jika orang tua bijak dalam memilih asupan makanan anak-anak mereka.