Mengapa Dehidrasi Sangat Berbahaya Bagi Tubuh?

DokterSehat.Com – Sebagai manusia yang tinggal di negeri yang kaya dengan berbagai hasil alam, kita pun cenderung mudah mendapatkan asupan makanan bergizi dan air yang sehat. Hal ini membuat banyak orang yang tidak akan mudah terkena masalah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Sayangnya, ada beberapa orang yang bisa cukup malas untuk minum air dengan jumlah yang cukup setiap harinya sehingga tubuhnya pun hanya memiliki cairan tubuh kurang dari rasio 75 persen sehingga terkena dehidrasi. Apa saja yang akan terjadi pada tubuh jika kita mengalami dehidrasi?

doktersehat-dehidrasi-keringat

Saat bulan puasa, orang akan cenderung memiliki bau mulut yang lebih tajam, bukan? Hal yang sama ternyata berlaku pada penderita dehidrasi. Dehidrasi akan memaksa produksi air liur menurun tajam sehingga mulut pun cenderung lebih kering. Kondisi mulut yang kering inilah yang memicu perkembangan bakteri yang lebih banyak sehingga mulut pun akan lebih bau dari biasanya. Dehidrasi sendiri juga akan membuat tubuh menjadi cenderung lebih mudah merasa lelah. Tubuh yang kekurangan cairan tubuh akan membuat otot lebih mudah kram, tekanan darah yang lebih rendah, dan detak jantung menjadi lebih cepat sehingga memicu rasa lelah.

Saat tubuh terkena dehidrasi, kulit pun ikut terkena imbasnya dan membuatnya menjadi lebih kering. Sel-sel kulit yang mengalami penyusutan drastis karena kurangnya cairan tubuh akan membuat tampilan kulit menjadi lebih kusam dan sangat kering. Selain itu, otak juga akan mengirimkan sinyal bagi penderita dehidrasi untuk lebih banyak memakan makanan manis dan bergula karena kekurangan cairan tubuh.

Kondisi tubuh yang kekurangan cairan tubuh akan membuat konsentrasi kita berkurang drastis. Cobalah untuk segera melakukan pekerjaan atau berkendara setelah bangun tidur tanpa sempat meminum air, maka anda tentu akan kesulitan untuk berkonsentrasi karena tubuh kekurangan cairan tubuh setelah tidur semalaman. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kita selalu haus saat bangun tidur. Selain konsentrasi, tubuh yang kekurangan cairan juga bisa mempengaruhi suasana hati seseorang menjadi jauh lebih buruk.

Baca Juga:  Memperingati Hari Jantung Sedunia, Kita Bisa Melakukan Tes Darah Gratis di 15 Kota di Indonesia

Dampak terburuk dari tubuh yang dehidrasi atau kekurangan cairan adalah rusaknya organ ginjal. Kurangnya cairan dalam tubuh akan memaksa ginjal bekerja dengan jauh lebih keras karena darah di dalam tubuh akan cenderung lebih padat dan mengental. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, ginjal pun bisa mengalami kerusakan berat. Untuk menghindari hal ini, kita tentu harus menjaga asupan air putih dalam tubuh setidaknya delapan gelas per hari sehingga tubuh pun tidak akan kekurangan cairan.