Mengapa Bayi Tidak Dianjurkan Pakai Bantal Saat Tidur?

Doktersehat.com – Tidur dengan kepala yang menyandar ke bantal bisa membuat tidur Anda lebih nyaman. Namun, bagi bayi ada tidaknya bantal tidak terlalu berpengaruh. Bayi bisa tetap tidur dengan pulas meskipun tidak menggunakan bantal. Walaupun demikian, beberapa ahli tidak merekomendasikan penggunaan bantal untuk bayi.



Adanya larangan penggunaan bantal pada bayi dikarenakan bantal bisa meningkatkan risiko bayi kehabisan napas. Dikhawatirkan wajah bayi akan tertindih atau tertekan bantal padahal leher bayi belum cukup kuat untuk membalikkan wajah.

Bayi juga lebih sensitif terhadap debu, bulu, atau bahan lainnya yang menjadi perlengkapan tidur. Material-material yang tidak cocok dengan bayi bisa meningkatkan timbulnya reaksi alergi.

The U.S Consumer Product Safety Commision menyarankan agar bayi yang baru lahir sampai dengan usia 1 tahun sebaiknya tidak menggunakan bantal saat tidur. Tingginya kasus SIDS (sindrom kematian mendadak pada bayi) di Amerika Serikat membuat beberapa dokter merekomendasikan untuk tidak menggunakan bantal pada anak usia 2 tahun ke bawah saat tidur.

Bayi akan lebih aman memakai bantal jika kondisi leher sudah cukup kuat dan bayi sudah bisa menggerakkan kepala untuk menghindarkan wajah saat tertutup bantal.

Apabila kondisi bayi sudah memungkinkan untuk menggunakan bantal saat tidur, sebaiknya siapkan bantal yang baru. Penggunaan bantal lama pada bayi dikhawatirkan bisa menyebabkan bayi alergi akibat kuman dan debu yang menempel di bantal lama. Selain itu, pilihlah bantal kecil dan tridak terlalu empuk untuk menyangga kepalanya.

Sumber: Kompas.com