Mengapa Batuk Cenderung Lebih Parah di Malam Hari?

DokterSehat.Com – Meskipun seharusnya sekarang sudah memasuki musim kemarau, dalam kenyataannya cuaca di Indonesia masih tidak menentu. Terkadang, panas yang menyengat khas musim kemarau bisa berlangsung beberapa lama. Namun, setelah itu, hujan yang deras pun bisa turun tiba-tiba. Perubahan cuaca yang ekstrim ini membuat banyak orang akhirnya terkena flu, batuk, hingga tenggorokan yang terasa sakit. Uniknya, jika kita terkena batuk, kita akan cenderung jauh lebih tersiksa saat malam menjelang, khususnya saat kita ingin beranjak tidur. Sebenarnya, adakah alasan mengapa batuk kita cenderung lebih para di malam hari?

doktersehat-anak-kid-children-sakit-flu-demam-fever-batuk-kering

Pakar kesehatan menyebutkan jika gravitasi memiliki pengaruh besar mengapa batuk kita cenderung lebih parah di malam hari. Saat kita berbaring dan ingin beranjak tidur, ternyata gastroesofagus akan melakukan gerakan penolakan akibat banyaknya lendir yang ada pada area tenggorokan. Gerakan ini sendiri terjadi secara alami. Karena alasan inilah maka batuk kita pun bisa berlangsung dengan menyiksa dan membuat kita tersengal-sengal.

Menjelang kita tertidur, seringkali kita berada di ruangan yang cenderung tertutup dengan sirkulasi udara yang minim. Hal ini ternyata bisa membuat saluran pernafasan kita menjadi lebih tersiksa dan pada akhirnya akan membuat batuk terasa lebih parah terjadi di malam hari.

Untuk mengatasi hal ini, pakar kesehatan menyebutkan jika ada baiknya penderita batuk-batuk mencoba untuk memakai bantal yang cenderung lebih tinggi. Selain itu, jangan gunakan AC saat batuk karena bisa membuatnya lebih parah lagi akibat udara yang semakin kering dan udara yang hanya berputar-putar saja di dalam kamar. Selain itu, jangan ragu untuk segera membuang riak saat batuk-batuk agar kita bisa membantu sistem pernafasan kita terbebas dari berbagai lendir yang menyiksa.