Mengapa Anggota Geng Motor Cenderung Agresif, Kejam, dan Tak Kenal Takut?

DokterSehat.Com– Belakangan ini di media sosial sedang viral video yang memperlihatkan kekejaman anggota geng motor yang menyerang pengendara motor lainnya dengan senjata tajam. Tanpa ampun atau tebang pilih, siapa saja bisa menjadi korban oleh anggota geng motor ini. Karena alasan inilah banyak orang yang merasa terancam, khususnya jika harus berkendara di jam yang larut.



Pakar kesehatan yang berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bernama Bona Sardo, Mpsi menyebutkan bahwa anggota geng motor memang cenderung agresif, kejam, tak kenal takut, apalagi mengenal belas kasihan. Jika kita mencermati, kebanyakan dari anggota geng motor ini adalah mereka yang masih berusia remaja. Saat usia ini, mereka masih dalam fase peralihan dimana berbagai faktor layaknya hormon, perubahan fisik, hingga faktor lingkungan, bisa sangat berpengaruh bagi proses pencarian identitas dirinya.

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa mereka yang ada di usia remaja merasa dirinya kebal dari berbagai mara bahaya atau kematian. Karena alasan inilah mereka bisa dengan enteng melakukan balapan liar tanpa helm, melakukan tawuran, dan menjadi anggota geng motor yang kerap berkaitan dengan tindakan kriminal. Intinya, mereka merasa mampu untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Tak hanya adanya perasaan kebal, pengaruh fluktuasi hormon pada masa remaja juga membuat mereka memiliki semangat dan energi yang tak ada habisnya. Biasanya, banyaknya semangat dan energi ini bisa menjadi modal bagi mereka untuk belajar dari berbagai kesalahan yang dilakukan. Sayangnya, dalam kasus anggota geng motor ini, mereka belajar dari lingkungan yang salah, dari bimbingan orang-orang yang tidak benar dan menggunakan keinginan mencari pembuktian para remaja ini hingga para remaja ini pun berubah menjadi orang-orang yang agresif, kejam, dan tak kenal takut.

Pakar kesehatan lainnya, dr. Andri, SpKJ yang berasal dari RS Omni Alam Sutera menyebutkan bahwa para remaja yang kejam dan agresif ini biasanya dipengaruhi oleh faktor luar layaknya lingkungan sekitar yang keras, kondisi keluarga yang tidak harmonis, hingga kecenderungan untuk kerap melihat kekerasan.