Mengapa Anak Tidak Bisa Menolak Saat Dilibatkan Dalam Duel Gladiator di Bogor?

DokterSehat.Com– Kasus duel gladiator yang disebut-sebut sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh siswa dua sekolah menengah atas yang ada di Bogor mengejutkan banyak orang. Banyak orang yang tidak menyangka bagaimana bisa anak-anak di usia semuda itu bisa mengorganisir sebuah hal yang sangat mengerikan seperti ini. Apalagi pelaku, waktu, hingga tempat untuk melakukannya juga sangat jelas dan tidak sempat terendus oleh orang-orang dewasa, bahkan oleh pihak sekolah.



Setelah memakan korban jiwa, barulah duel gladiator ini kemudian terkuak oleh publik. Banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana anak bisa terlibat dalam acara ini. Selain itu, terungkap pula dimana ada anak yang sebenarnya tidak ingin terlibat namun akhirnya tidak bisa menolak dan menjadi korban. Hal yang sama juga terjadi pada banyak korban tawuran yang juga sebenarnya tidak ingin terlibat namun akhirnya juga mau ikut dalam kegiatan tidak terpuji ini.

Terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria bernama Anggia Chrisanti menyebutkan bahwa seharusnya anak bisa menolak hal ini. Namun, dalam realitanya, banyak anak yang memang sulit menolak ajakan atau permintaan temannya meskipun untuk hal-hal yang kecil.

Menurut Anggia, hal ini disebabkan oleh rendahnya asertivitas pada anak, perilaku untuk menyatakan diri pandangannya secara langsung, spontan, bebas, dan jujur, meskipun tidak merugikan orang lain. Kita juga memiliki budaya yang membuat kita cenderung tidak enak untuk menolak ajakan orang lain walaupun ajakan tersebut sebenarnya kurang baik.

Mengingat dunia remaja adalah saat dimana anak cenderung mencari aktualitasi diri atau mencari jati dirinya, ada baiknya orang tua memberikan pemahaman bagi anaknya agar tidak terlibat dalam hal-hal negatif seperti tawuran, narkoba, hingga duel gladiator yang tentu bisa merugikan dirinya. Anak juga sebaiknya diajari untuk tegas menolak hal-hal tersebut atau bahkan melaporkannya jika memang terlihat salah dan berbahaya. Selain itu, cobalah untuk mengalihkan emosi atau rasa ingin tahunya dengan kegiatan yang lebih menarik seperti memasukannya ke klub olahraga atau hobi lainnya.