Mengapa Ada Ibu Muda yang Tega Aniaya Anaknya Hingga Tewas Karena Sering Ngompol?

DokterSehat.Com– Seorang ibu rumah tangga berinisial NW (25 tahun) dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dengan tega menganiaya anaknya, GW (5 tahun) hingga tewas. Penyebab dari tindakan NW ini pun sangat sederhana, yakni kesal karena anaknya terlalu sering mengompol.

doktersehat-stres-picu-demensia

NW melakukan tindakan penganiayaan ini pada Sabtu, 11 November 2017, pukul 17:30 WIB. NW sendiri mengaku mengikat tangan dan kaki anaknya dengan tali plastik, lalu menyemprotkan pembasmi serangga pada wajahnya dan menutup kepalanya dengan kantong plastik agar anaknya berhenti menangis. Memang, anaknya akhirnya berhenti menangis, namun nyawanya ternyata juga ikut melayang.

Banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana bisa ibu ini tega menganiaya anaknya sendiri. Namun, ada dugaan bahwa sang ibu terkena stress berat.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mengurus anak bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Meskipun anak yang masih bayi atau balita cenderung terlihat lucu, dalam realitanya anak-anak ini terkadang bisa memicu stress, khususnya saat rewel atau susah untuk diatur. Cukup banyak ibu yang mengaku merasa lelah, frustrasi, hingga stress berat akibat dari mengurus anak. Padahal, bisa jadi stress ikut memicu tindakan spontan yang berbahaya sebagaimana yang dilakukan oleh ibu muda dari Jakarta Barat ini.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cornell University, disebutkan bahwa ibu yang mengasuh anak cenderung lebih mudah mengalami stress, rasa tegang yang berlebihan, mengalami gangguan atau kurang tidur, kelelahan, dan tidak memiliki waktu luang untuk dirinya sendiri. Pakar kesehatan Kelly Musick yang berasal dari universitas ini juga menyebutkan bahwa mengurus anak membuat ibu yang sebelumnya dibebani dengan berbagai pekerjaan rumah tangga menjadi semakin sibuk dan tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.

Baca Juga:  Tak Ingin Stress? Bangun Tidurlah di Jam Ini Setiap Hari

Musick pun menyarankan ibu untuk tidak ragu meminta bantuan orang lain baik itu suaminya, orang tua, atau bahkan mencari pembantu yang bisa membantunya menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga atau mengurus anak agar dirinya tidak terlalu kerepotan dan tidak mudah terkena stress.