Mengapa Ada Anak yang Tidak Diimunisasi Namun Tetap Sehat?

doktersehat-vaksin-ulang-kolera

DokterSehat.Com– Munculnya kembali penyakit difteri, penyakit yang sempat menghilang di Indonesia, membuat banyak orang meyakini jika hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya orang yang menjadi pengikut anti vaksin. Bagi yang bersikap anti vaksin, mereka selalu beralasan bahwa anak-anak mereka berada dalam kondisi sehat meskipun tidak pernah diimunisasi sehingga tidak mau disalahkan oleh para praktisi medis. Sebenarnya, mengapa ada anak yang tetap sehat meskipun tidak pernah diimunisasi?

Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bernama Prof. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K) menyebutkan bahwa alasan utama dari kelompok anti vaksin tidak mempercayai imunisasi adalah anak-anaknya tetap berada dalam kondisi sehat. Padahal, hal ini disebabkan oleh kondisi mereka yang berada di lingkungan dimana anak-anak di sekitarnya sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap. Karena tidak ada penyakit yang mewabah, anak yang tidak diimunisasi ini juga terlindungi dari penyakit. Dalam dunia medis, hal ini disebut sebagai herd immunity, kekebalan pada suatu kelompok. Hanya saja, kondisi ini juga harus dicapai jika imunisasinya berhasil mencakup hampir semua masyarakat.

Yang menjadi masalah adalah, di beberapa daerah di tanah air, cakupan imunisasinya masih rendah akibat dari banyaknya kelompok anti vaksin dan berbagai alasan lainnya. Padahal, satu saja anak yang tidak diimunisasi ini terkena penyakit, bisa jadi penyakit ini akan menyebar pada anak-anak lainnya dan akhirnya membuat penyakit-penyakit yang mudah menular dan berbahaya kembali mewabah seperti kasus difteri seperti sekarang ini.

Melihat adanya masalah ini, ada baiknya memang setiap orang tua tetap mengimunisasi anaknya dan tidak mudah percaya dengan kelompok anti vaksin yang pandai sekali memutarbalikkan fakta. Vaksin adalah hak bagi anak-anak untuk mendapatkan perlindungan dari datangnya penyakit berbahaya.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik