Mencegah Stroke Bisa Dilakukan Dengan Konsumsi Buah dan Sayur-Sayuran

DokterSehat.Com – Tahukah anda, jumlah penderita penyakit stroke di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tajam setiap tahunnya. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan jika rasio penderita stroke di tanah air berkisar 8,3 per 1.000 orang. Namun, pada tahun 2012, rasio ini meningkat menjadi 12,1 per 1.000 orang. Peningkatan rasio ini tentu harus diwaspadai mengingat stroke bisa menjadi penyakit yang mematikan atau menurunkan kualitas hidup seseorang karena mampu membuat banyak fungsi tubuh menghilang.

doktersehat-pria-makanan-bergizi-sehat-sayur-buah-bahagia-diet-sindrom-metabolik

Pakar kesehatan pun menyebutkan jika perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat harus dilakukan semua orang jika tidak ingin terkena penyakit mengerikan ini. Untungnya, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mencari tahu cara mencegah stroke dan sebuah penelitian di Tiongkok menyebutkan jika pola makan yang lebih baik, khususnya dengan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran akan menurunkan resiko terkena stroke dengan signifikan.

Dari penelitian yang juga diterbitkan di laman Express, diketahui jika konsumsi 200 gram buah-buahan setiap harinya akan menurunkan resiko terkena stroke hingga 32 persen. Sementara itu, konsumsi sayuran sebanyak 200 gram bisa menurunkan resikonya hingga 11 persen. Dengan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap harinya, tekanan darah pun cenderung semakin menurun dan fungsi pembuluh darah arteri cenderung membaik. Selain itu, indeks massa tubuh, kadar kolesterol jahat, peradangan pembuluh darah, oksidasi stress, hingga ukuran lingkar pinggang juga aakn cenderung menurun.

WHO sendiri menyarankan kita untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran setiap harinya sebanyak 600 gram demi menurunkan resiko stroke. WHO juga mengungkapkan jika kita mengkonsumsi tujuh buah porsi sayuran atau buahan setiap harinya, maka resiko kematian yang disebabkan oleh serangan jantung atau stroke akan menurun hingga 42 persen.