Mencegah Keracunan Karbon Monoksida

DokterSehat.Com – Ketika terjadi gangguan listrik akibat cuaca ekstrim, misalnya hujan badai, penggunaan sumber energi alternatif dapat menyebabkan terbentuknya karbon monoksida di dalam rumah dan meracuni semua manusia dan binatang yang berada di dalam rumah tersebut.

doktersehat-batuk-keracunan-gas-monoksida-rejan-pertusis-Pneumonia-Atipik

Apa Itu Keracunan Karbon Monoksida?
Keracunan karbon monoksida terjadi jika seseorang menghirup terlalu banyak karbon monoksida. Karbon monoksida adalah gas yang dihasilkan oleh proses pembakaran yang tidak sempurna dari berbagai macam gas, minyak, kayu, ataupun batu bara. Yang membuat gas ini berbahaya adalah bahwa jika terhirup, gas ini akan menggantikan oksigen dalam darah karena sifat gas ini yang lebih mudah terikat dengan hemoglobin (Hb) dibandingkan oksigen. Jika kandungan oksigen dalam darah berkurang, sel-sel tubuh pun akan kekurangan oksigen. Akibatnya, sel-sel tubuh akan mati dan organ tubuh akan berhenti bekerja.

Karbon monoksida itu tidak bisa dilihat, tidak berbau, dan tidak berasa. Namun jika terhirup terlalu banyak, dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit saja. Jadi, penting untuk mengetahui tanda-tanda keracunan karbon monoksida, tindakan apa yang bisa dilakukan, dan bagaimana cara mencegahnya.

Apa Yang Menyebabkan Keracunan Karbon Monoksida?
Karbon monoksida dapat terbentuk dari bahan bakar apapun. Sumber karbon monoksida yang banyak ditemui, antara lain: mobil, perapian di rumah-rumah, perahu motor, tungku kayu, penghangat ruangan yang menggunakan minyak tanah, alat pemanggang yang menggunakan batu bara, dan alat rumah tangga lain seperti penghangat air, oven, dan pengering . Biasanya alat-alat ini tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Gangguan baru akan muncul jika:

  • Mobil, truk, ataupun kendaraan bermesin lain dibiarkan menyala di dalam ruang tertutup, misalnya garasi. Karbon monoksida dapat terbentuk di dalam garasi dan masuk ke dalam rumah. Bahkan duduk dalam mobil yang tidak berjalan tetapi mesinnya menyala atau berenang di belakang perahu motor yang tidak berjalan tetapi mesinnya menyala saja bisa berbahaya.
  • Perlengkapan rumah tangga yang tidak dipasang atau digunakan sesuai dengan standar. Tingkat gas karbon monoksida yang tinggi dapat terbentuk di dalam rumah karena hal ini.
  • Alat-alat pemanas yang menggunakan proses pembakaran tersebut digunakan saat musim dingin dimana semua pintu dan jendela selalu ditutup. Cerobong asap yang tersumbat dapat menyebabkan lepasnya gas karbon monoksida ke dalam rumah.

Apa Sajakah Gejalanya?
Gejala awal keracunan karbon monoksida meliputi: nyeri kepala, pusing, dan mual. Seiring dengan bertambahnya kandungan karbon monoksida dalam darah, gejala akan semakin memburuk dan mungkin disertai:

  • Tidak bisa konsentrasi dan mudah mengantuk.
  • Napas cepat, denyut jantung cepat, atau nyeri dada.
  • Gangguan penglihatan.

Jika merasakan gejala sepeti di atas atau melihat seseorang dengan gejala seperti diatas, segera tinggalkan tempat tersebut dan datang atau bawa korban ke unit gawat darurat terdekat. Jika orang tersebut tetap berada di tempat itu dan terus menerus menghirup karbon monoksida, dia akan pingsan lalu mati.

Keracunan karbon monoksida dapat terjadi secara cepat ataupun lambat. Menghirup sedikit demi sedikit gas karbon monoksida untuk waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan jantung berat dan kerusakan otak. Segera hubungi dokter jika merasakan gejala:

  • Sering sesak napas dan mual serta nyeri kepala ringan saat berada di dalam tempat tertutup.
  • Merasa lebih baik setelah meninggalkan tempat tertutup dan memburuk lagi jika kembali ke tempat itu.
  • Orang lain yang bekerja atau tinggal di tempat yang sama juga mengalami gejala serupa.
Baca Juga:  PENYAKIT GAGAL JANTUNG

Dokter mungkin juga akan memerlukan pemeriksaan laboratorium darah untuk mengetahui kadar kadar karbon monoksida dalam darah.

Bagaimana Cara Mengobatinya?
Terapi yang terbaik adalah terapi oksigen. Menghirup oksigen murni dapat menormalkan kembali kadar oksigen dalam darah. Ada dua macam terapi oksigen:

  • Terapi oksigen 100%. Pada terapi ini, oksigen dihirup melalui masker oksigen. Terapi ini merupakan terapi yang paling banyak dilakukan.
  • Terapi oksigen hiperbarik. Pada terapi ini, seseorang ditempatkan dalam sebuah ruangan yang menyediakan oksigen dengan tekanan tinggi. Terapi ini akan menurunkan kadar karbon monoksida dengan lebih cepat, tetapi kadang-kadang bisa juga timbul efek yang tidak diinginkan.

Dengan pengobatan yang cepat, sebagian besar orang yang mengalami keracunan karbon monoksida dapat sembuh dalam beberapa hari saja. Tetapi efek jangka panjang masih mungkin muncul di kemudian hari. Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika muncul gejala gangguan penglihatan, gangguan koordinasi gerakan, atau gangguan perilaku yang terjadi beberapa minggu setelah terapi.

Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Karbon Monoksida?
Banyak orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena keracunan karbon monoksida secara tidak sengaja. Ada beberapa langkah mudah untuk mnurunkan risiko kejadian ini. Salah satu yang paling penting adalah segera menghubungi dokter jika merasakan gejala keracunan karbon monoksida.

Penggunaan kendaraan bermotor yang aman:

  • Jangan meninggalkan kendaraan di dalam garasi dalam keadaan mesin menyala, bahkan meskipun pintu garasi yang ditempati terbuka lebar.
  • Jangan menumpang di bagian belakang kendaraan bak terbuka dengan menggunakan tenda untuk berteduh.
  • Jangan berenang di belakang perahu motor yang tidak berjalan tetapi mesinnya menyala.


Penggunaan alat rumah tangga yang menggunakan teknologi pembakaran secara aman:

  • Semua alat rumah tangga yang cara kerjanya berdasarkan pada proses pembakaran (misalnya penghangat ruangan, kompor, penghangat air, perapian, dan tungku kayu) sebaiknya dicek setiap tahun.
  • Periksa cerobong asap dan ventilasi secara teratur untuk memastikan kondisinya dalam keadaaan baik dan tidak tersumbat.
  • Jangan menggunakan alat pemanas yang berbahan bakar minyal di ruangan tertutup, misalnya di dalam tenda atau trailer.
  • Jangan menggunakan panggangan yang berbahan bakar gas ataupun batu bara di dalam ruangan.
  • Jangan menggunakan oven yang berbahan bakar gas untuk menghangatkan rumah.
  • Jangan menutup perapian atau kompor sebelum apinya benar-benar sudah mati.
  • Jangan menggunakan generator, mesin, atau alat-alat berbahan bakar gas lainnya di dalam ruangan yang tertutup.

Detektor karbon monoksida:

  • Pertimbangkan untuk meletakkan detektor karbon monoksida di dalam rumah di dekat kamr tidur. Pilih detektor yang sudah berstandar.
  • Jika menggunakan detektor, perhatikan petunjuk yang ada. Pelajari apa yang harus dilakukan jika alarm berbunyi.
  • Perlu diketahui bahwa detektor hanya merupakan alat pendukung. Alat ini tidak dapat menggantikan kebaikan dari rutinitas pemeriksaan alat rumah tangga secara teratur dan penggunaan alat tersebut secara aman.

Sumber: US Centers for Disease Control and Prevention