Mencegah Insomnia Dengan Membatasi Penggunaan Media Sosial

DokterSehat.Com – Meskipun memberikan banyak sekali kemudahan dalam mendapatkan informasi dan juga sebagai sarana komunikasi, media sosial ternyata juga bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan kita. Banyak orang yang mengalami depresi atau rasa cemas hanya karena penggunaan media sosial yang kurang sehat. Selain itu, media sosial juga kini bisa menyebabkan masalah sulit tidur atau insomnia. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-insomnia-tidak-bisa-tidur

Pakar kesehatan telah berkali-kali mengingatkan kita agar menghentikan penggunaan ponsel jika kita ingin bisa segera mengantuk dan tidur. Namun, seringkali kita masih menggunakan media sosial, bahkan hingga sebelum kita tertidur di malam hari. Untuk menegaskan seruan ini, pakar kesehatan pun melakukan penelitian yang dilangsungkan di University of Pittsburgh yang mempelajari waktu ideal penggunaan media sosial dalam sehari. Partisipan dari penelitian ini berasal dari usia 19 hingga 32 tahun, usia dimana banyak orang menggunakan media sosial cukup sering. Dari jumlah 1.178 orang partisipan penelitian ini, sebagian besar menggunakan lebih dari satu media sosial, dari facebook, twitter, instagram, tumblr, vine, snapchat, dan lain sebagainya. Pakar kesehatan pun berhasil menemukan waktu rata-rata penggunaan media sosial yakni sekitar 61 menit dalam sehari. Dalam seminggu, partisipan pun setidaknya menggunakan media sosial sebanyak 30 kali. Yang menjadi masalah adalah hampir sepertiga dari partisipan penelitian ini mengaku mengalami gangguan tidur yang cukup parah.

Tanpa kita sadari, interaksi dan informasi yang ditawarkan oleh media sosial ternyata akan menstimulasi otak agar merasa cemas dan sangat ingin tahu apa yang terjadi. Rasa cemas ini, dan ditambah dengan sinar layar ponsel akan bersinergi membuat irama sirkadian pun terganggu. Untuk menghindari masalah kurang tidur, pakar kesehatan pun menyebutkan jika penggunaan media sosial dalam sehari sebaiknya dibatasi kurang dari satu jam. Meskipun terlihat sulit, kita bisa membatasi jam-jam melihat media sosial sehingga kita pun akan terbiasa untuk tidak selalu merasa cemas dan penasaran akan apa yang terjadi di media sosial.