Menangani Pola Makan Anak yang Susah

DokterSehat.com– Fase susah makan pasti dialami oleh sebagian besar anak. Pada anak usia 1 hingga 5 tahun pada umumnya timbul masalah pola makan yang susah. Mulai dari penolakan terhadap makanan, susah makan atau hanya sedikit yang dimakan, atau pilih-pilih makanan. Selain itu, kebiasan makan camilan atau jajan diantara waktu makan utama dapat mengurangi nafsu makan jika tiba pada waktunya. Tingginya camilan berupa kue, biskuit, keripik, kudapan manis, permen, dan minuman ringan akan membuat perut anak menjadi kenyang, sehingga tiba di waktu makan, mereka sudah merasa kenyang oleh camilan.

18

Hal tersebut tentunya akan memperngaruhi jumlah gizi yang dikonsumsi anak menjadi berkurang. Untuk mengatasinya ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Orang tua harus memberi contoh dengan mengajak makanan bersama keluarga, dengan memperkenalkan makanan secara bertahap. Orang tua harus tetap bersabar dan tenang jika anak masih menolak makanan. Tawarkan makanan tersebut di lain waktu. Berikan suasana yang nyaman ketika makan, selain itu berikan pujian yang sewajarnya jika anak mau mulai makan.

Pemilihan makanan pun perlu diperhatikan, misalnya sayuran yang muda, buah yang matang, masak daging hingga empuk. Sehingga anak pun tidak mengalami kesulitan saat mengunyah makanan. Khusus untuk camilan, pilihlah yang bergizi seperti susu, potongan buah, puding susu, sereal, yoghurt, dan roti panggang. Perlu diperhatikan, jangan memberikan makanan camilan tersebut di waktu menjelang makanan utama. Agar tidak mudah bosan, sebaiknya susunlah menu 10 hari yang bervariasi, Anda dapat mencari resep di tabloid atau majalah.

Untuk memastikan gizi anak tercukupi, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu jenis, jumlah, dan jadwal makan. Mengenai jenis makanan sudah dibahas sebelumnya mengenai variasi menu yang tetap lengkap dengan komposisi gizinnya. Terdapat makanan pokok sebagai sumber tenaga, lauk pauk sebagai pembangun anti bodi dan zat pembangun, sayur dan buah yang kaya akan vitamin dan sayur sebagai pengatur dan pelindung. Susu yang tinggi protein dan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta air putih yang cukup. Sedangkan untuk jumlahnya sesuaikan dengan kebutuhan anak. Untuk kerutinannya, buatlah jadwal makan anak dengan 3 kali makan utama, dan 2-3 kali sehari untuk camilan. Buatlah anak memiliki kesempatan besar merasakan lapar.

Baca Juga:  Cara Alami Atasi Kram Perut

Satu hal yang dapat memacu atau meningkatkan selera makan adalah aktivitas fisik yang cukup. Biarkan anak bermain bersama temannya, berlari, main sepeda, atau aktivitas yang lain.