Mempersiapkan Diri Menghadapi Baby Blue Syndrome Bagi Ibu Hamil

DokterSehat.com – Bagi pasangan yang baru menikah, kehamilan adalah masa yang ditunggu-tunggu. Adanya kehamilan dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan karena hal itu berarti pernikahan itu akan segera menghasilkan buah hati yang sangat dicintai. Kebanyakan pasangan hanya membayangkan kebahagiaan yang akan mereka dapatkan dengan mendapatkan keturunan.



Meskipun banyak pasangan, khususnya kaum hawa, telah mengerti adanya resiko dari rasa sakit yang tak terbayangkan saat melahirkan, kebanyakan pasangan tidak mengerti tentang sebuah sindrom psikologis terhadap bayi yang baru dilahirkan yang bernama Baby Blue Syndrome. Sindrom ini sering diderita oleh ibu yang baru saja melahirkan, dan jika dibiarkan saja, sindrom ini bahkan dapat memburuk, khususnya bagi ibu yang baru pertama kali merasakan sakitnya melahirkan.

Setelah melahirkan, ada kecenderungan si ibu akan merasakan  lelah dan kesal, dan tidak ingin melihat, atau bahkan menyentuh bayinya karena trauma akan rasa sakit saat melahirkan. Psikologis si ibu yang tergucang, atau kekhawatiran akan masa depan si bayi dapat memperparah si bayi. Sebelum  semakin memburuk, ada baiknya si ibu hamil mempersiapkan adanya masalah psikologis ini lebih dini dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Persiapan melahirkan yang matang, baik dari fisik ataupun mental.
  • Persiapan tersebut dapat berupa pengetahuan tentang bagaimana merawat dan menjaga kesehatan bayi atau cara membesarkan bayi dengan baik dan benar.
  • Si suami ikut berperan dalam memberikan dukungan dalam perawatan bayi saat lahir. Si suami dapat berperan sebagai tempat curhat, atau ikut berbagi tugas dalam merawat bayi.
  • Si ibu dapat beristirahat jika memang ada kesempatan, hal ini dikarenakan merawat bayi adalah kegiatan yang cukup sulit dan sangat melelahkan. Dengan istirahat yang cukup, maka mood dari si ibu dapat tetap bertahan dalam merawat si buah hati.
  • Dengan menjaga pola makan yang baik, maka si ibu pun dapat terjaga stamina dan kesehatannya.
  • Yang utama adalah tetap berpikir positif dalam merawat bayi dan tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar bayi ini dapat dirawat dengan baik. Dengan pola pikir yang positif dan pasrah, maka niscaya psikologis si ibu menjadi lebih tenang dalam merawat si buah hati.