Memiliki Kulit yang Sangat Rapuh, Gadis Ini Tidak Bisa Dipeluk Keluarganya

DokterSehat.Com – Setiap orang tentu ingin dilahirkan dengan kondisi tubuh yang sempurna. Sayangnya, ada beberapa orang yang terlahir dengan kondisi yang tidak beruntung sehingga memiliki cacat bawaan atau penyakit yang sangat langka. Salah satu orang yang tidak cukup beruntung tersebut adalah Madisyn Yuhas yang berasal dari Pennsylvania, Amerika Serikat. Seperti apakah penyakit langka yang Ia derita?



Photo Credit: Facebook/ Madisyn Yuhas

Madisyn yang masih 18 tahun ini hidup sebenarnya sangat ingin hidup layaknya remaja normal yang selalu aktif dan ceria. Sayangnya, Madisyn ternyata memiliki penyakit genetik langka yang dinamai Resesif Dystophic Epidermolisis Bulosa. Penyakit langka ini membuat tubuhnya, tepatnya kulitnya, sangatlah rapuh sehingga bisa robek meskipun hanya terkena gesekan ringan. Yang mengerikan adalah, kadangkala robekan ini bisa mencapai otot-ototnya sehingga luka yang muncul pun sangat parah.

Gara-gara kondisi kesehatannya ini, Madisyn mengaku jika Ia tidak pernah mampu memeluk anggota keluarganya karena takut akan memicu luka pada kulitnya. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari, gadis cantik inipun harus menggunakan perban dari leher hingga ujung kakinya demi menghindari munculnya luka yang memang bisa saja muncul akibat sentuhan atau gesekan yang kecil.

Tak hanya membuatnya tak tersentuh, Madisyn juga mengalami kesulitan makan gara-gara hal ini. Bagaimana tidak, andai Ia berusaha untuk mengunyah makanan, yang terjadi adalah mulutnya bisa mengalami lecet-lecet yang sangat parah. Sang ibu, Mary Yuhas, berkata bahwa belum ada obat yang bisa mengatasi penyakit yang diderita oleh buah hatinya. Setiap hari pun akan menjadi perjuangan yang luar biasa bagi Madisyn meskipun hanya untuk makan dan melakukan hal-hal yang remeh.

Kini, tubuh Madisyn semakin kurus karena hanya mampu makan dari tabung kecil yang langsung disalurkan pada perutnya mengingat mulutnya akan mengalami luka parah andai memaksakan diri untuk makan. Ia juga kini hidup di atas kursi roda dan harus selalu memakai perban, lotion khusus, dan obat-obatan demi bertahan hidup.