Setiap Pria di Desa Ini Memiliki Dua Istri!

doktersehat-persiapan-menikah
Photo Credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Tidak semua pria setuju dengan poligami. Biasanya, alasan utama untuk tidak melakukannya adalah karena faktor norma atau karena merasa sudah pusing memikirkan berbagai masalah keluarga sehingga tidak ingin menambah lagi beban pikiran dengan menambah istri. Namun, di sebuah desa yang ada di India, hampir semua pria yang tinggal disana memiliki dua istri. Bagaimana ceritanya?

Dilansir dari Boldsky, desa tersebut bernama Derasar dan berada di Distrik Barmer, Provinsi Rajasthan. Di desa ini, terdapat 70 keluarga yang selalu menjalani tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat setempat, yakni setiap suami harus memiliki dua orang istri dan hidup bahagia bersama.

Tradisi ini berasal dari sebuah kepercayaan yang menyebutkan bahwa pria dari desa tersebut tidak akan mampu mendapatkan anak dari istri pertama sehingga harus menikah lagi agar bisa mendapatkan anak. Yang luar biasa adalah, seluruh keluarga ini ternyata membuktikan kepercayaan tersebut, yakni anak-anak dari keluarga ini semuanya berasal dari istri kedua.

Hanya saja, tidak semua keluarga ternyata memiliki dua orang istri. Terdapat beberapa pria yang memilih untuk menikah dengan satu istri saja. Pria-pria ini cenderung memilih untuk tidak mengikuti tradisi di desa tersebut karena menganggap kepercayaan itu hanya kebetulan saja.

Poligami memang masih menjadi hal yang pro dan kontra di masyarakat meskipun banyak keluarga yang menganutnya mengaku tidak mempermasalahkannya dan tetap hidup bahagia. Hanya saja, sebuah penelitian yang dilakukan di Arab Saudi menunjukkan bahwa pria yang berpoligami atau memiliki istri lebih dari satu harus berhati-hati karena mereka cenderung lebih rentan terkena penyakit jantung.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Amin Daoulah dari King Faisal Specialist Hospital, Jedah ini, disebutkan bahwa memiliki istri lebih dari satu meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga 4-6 kali lipat. Penyebabnya adalah tekanan mental dan finansial akibat harus memikirkan lebih banyak anggota keluarga.