Memberikan Susu Dengan Botol Besar Bisa Membuat Bayi Mengalami Obesitas

DokterSehat.Com – Tidak semua ibu bisa meluangkan waktunya untuk menyusui buah hatinya setiap saat. Sebagian ibu tetap bekerja atau harus menyelesaikan berbagai urusan rumah tangga sehingga memilih untuk memberikan ASI atau susu lainnya dengan botol. Memang, botol susu bisa sangat membantu karena bisa membuat bayi tetap mendapatkan asupan yang sangat penting bagi perkembangan dan kesehatannya, namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan sebuah fakta yang harus diperhatikan oleh ibu hamil yang memberikan susu bagi bayinya dengan botol. Dalam penelitian ini, ada baiknya ibu tidak memberikan botol susu yang besar karena bisa meningkatkan resiko obesitas pada sang buah hati.

doktersehat-anak-kecil-minum-susu-gizi-nutrisi-bayi-balita

Dalam penelitian ini, diketahui bahwa jika bayi terbiasa mendapatkan susu dari botol yang besar akan lebih mudah menaikkan berat badannya saat usianya mulai mencapai 6 bulan jika dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan susu langsung dari payudara ibunya atau dari botol susu berukuran lebih kecil.

Para peneliti menganalisa kebiasaan meminum susu para bayi sekaligus berat badannya sejak usia mereka dua bulan. Hasilnya adalah, terdapat cukup banyak variasi ukuran botol susu bayi dari yang hanya 60 ml saja hingga yang berukuran 300 ml. 45 persen dari bayi-bayi ini ternyata meminum susu dari botol dengan ukuran 175 ml. Bayi-bayi yang meminum susu dengan botol berukuran 175 ml atau lebih akan cenderung menaikkan berat badannya hingga 0,21 kg lebih banyak setelah usianya melewati 6 bulan.

Andai anak tetap minum susu dari botol hingga usianya lebih dari 2 tahun, anak juga akan meningkatkan resiko terkena obesitas dalam waktu 2-3 tahun ke depan. Sebagai informasi, anak dengan usia 2 tahun seharusnya sudah bisa makan layaknya orang-orang pada umumnya sehingga telah mendapatkan asupan nutrisi yang lebih baik dari hanya susu saja. Sayangnya, jika mereka juga tetap mendapatkan susu sebagai camilan atau minuman sebelum tidur, maka asupan kalori mereka bisa berlebihan sehingga meningkatkan resiko terkena obesitas.