Memberikan ASI Bisa Mencegah Wanita Terkena Diabetes Tipe 2

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika ASI adalah asupan terbaik yang bisa dinikmati oleh bayi, khususnya yang baru lahir. Dengan mendapatkan ASI eksklusif, bayi pun bisa mendapatkan perkembangan fisik dan mental yang sangat baik dan kondisi kesehatannya pun cenderung lebih terjaga mengingat ASI kaya akan nutrisi sehat dan mampu meningkatkan sistem imunitas bayi. Baru-baru ini pakar kesehatan menyebutkan jika ASI ternyata juga bisa memberikan kebaikan bagi ibu yang menyusui, dimana ibu menyusui akan lebih baik dalam mencegah penyakit diabetes tipe 2 yang dikenal sangat berbahaya.

doktersehat-asi-ibu-menyusui

Pakar kesehatan menyebutkan jika ibu hamil memiliki resiko besar terkena diabetes gestasional, sebuah penyakit yang uniknya hanya terjadi saat ibu mengandung sang buah hati. Meskipun banyak kasus dimana penyakit diabetes gestasional sembuh dengan sendirinya setelah kelahiran bayi, ternyata banyak pula wanita yang justru melanjutkan diabetes gestasional ini menjadi diabetes tipe 2 akibat gaya hidupnya yang sangat buruk.

Pakar keseahtan yang berasal dari Kaieser Permanente yang berbasis di California, Amerika Serikat pun melakukan penelitian akan penyakit diabetes gestasional yang diderita oleh ibu hamil dan resiko peningkatan diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Penelitian ini bahkan dilakukan hingga dua tahun pasca ibu hamil melahirkan. Hasilnya adalah, mereka yang tidak memberikan ASI eksklusif pada sang buah hati cenderung memiliki resiko tinggi melanjutkan diabetes gestasional menjadi diabetes tipe dua. Sementara itu, ibu yang menyusui anaknya hingga dua tahun cenderung mampu menurunkan resiko terkena diabetes tipe 2 dengan sangat signifikan.

Pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, Erica Gunderson, menyebutkan jika dengan menyusui, ibu ternyata mampu menurunkan kadar glukosa dalam tubuh secara signifikan yang berimbas pada ikut menurunnya resiko terkena diabetes tipe 2. Beliau juga berkata jika memberikan ASI bisa menurunkan resiko terkena kanker payudara dengan signifikan.