kirim artikel kesehatan
kontak kami
direktori rumah sakit indonesia

Membedakan DB dan Tipus

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 22 - 07 - 2011 | 5 komentar

Penyakit Demam Berdarah (DB) dan Tipus hampir memiliki ciri-ciri yang sama. Bahkan, kadang orang tidak bisa membedakan gejala-gejala yang timbul, apakah itu DB atau tipus. Padahal, jika kita salah dalam mendiagnosa dan menangani kedua penyakit tersebut, bisa-bisa menyebabkan kematian. Lantas bagaimana caranya membedakan kedua penyakit tersebut? Berikut ulasannya untuk Anda.

 

Penyebab

Demam Berdarah

Penyebab penyakit Demam Berdarah (DB) ini adalah virus Dengue, sehingga penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam Berdarah lainnya. Penyakit ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.

Tipus

Penyebab penyakit tipus adalah bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebarannya dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Sehingga, jika lalat atau serangga pembawa bakteri ini hinggap pada makanan atau minuman dan kita memakan atau meminumnya, kita bisa terkena tipus.

 

Bagian Yang Diserang

Demam Berdarah

Jika virus Demam Berdarah ini sudah masuk ke dalam tubuh, maka bisa menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian.

Tipus

Bakteri tipus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.

 

Gejala

Demam Berdarah

Gejala yang timbul pada penderita DB adalah:

  1. Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
  2. Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
  3. Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
  4. Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.

Tipus

Gejala yang terjadi pada tipus adalah:

  1. Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
  2. Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
  3. Nyeri perut dan diare.
  4. Batuk dan sakit tenggorokan.

 

Pemeriksaan

Demam Berdarah

Lakukan pemeriksaan jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami Demam Berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami Demam Berdarah.

Tipus

Lakukan tes Widal untuk mengetahui apakah Anda terkena tipus atau tidak. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tipus. Selain itu, juga bisa dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tipus mengandung bakteri Salmonella typhi.

 

Pengobatan

Demam Berdarah

Secara medis, belum ditemukan obat khusus untuk mengobati penderita Demam Berdarah karena belum ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Tidak ada pantangan makanan untuk penderita Demam Berdarah ini.

Tipus

Bentuk pengobatan tipus ini biasanya dengan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Nasi tim atau bubur menjadi makanan yang dikonsumsi penderita. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.

 

Pencegahan

Demam Berdarah

Cara pencegahannya tentu saja dengan mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan sarana penularan demam berdarah, yakni dengan melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.

Tipus

Pencegahan tipus bisa dengan menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tipus tidak dapat berkembang biak. Selain itu juga pilihlah makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi.

 

Kesehatan itu mahal harganya. Untuk itu, kita harus selalu menjaga kesehatan dengan cara menjaga kebersihan disekeliling kita, entah kebersihan makanan, kebersihan rumah, dan kebersihan lainnya disekitar kita. Dengan ulasan diatas, semoga bisa membuat Anda tahu mana yang merupakan penyakit DB mana yang tipus, sehingga tidak terjadi kekeliruan yang bisa menyebabkan salah dalam penanganan dan menyebabkan kematian.

 

Sumber: kumpulan.info/sehat

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 8.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: +2 (from 2 votes)
Membedakan DB dan Tipus, 8.0 out of 10 based on 2 ratings




Artikel Sejenis

5 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    Artikel yang bagus dan bermanfaat, jadi bisa membedakan antara tipus dengan DBD yang awalnya sama-sama demam …terimakasih infonya

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 5 Thumb down 1

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    bila kita mengalami penyakit tipes dan DBD yg brsmaan,langkah apa yang harus dilakukan. . .

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    trim untuk info nya sangat berati sekali untuk penetahuan saya sebagai seorang bunda

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    Trimaksih..sekarang sy sudah paham,mana penyakit tifus,dan mana penyakit DBD

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    infonya sangat bermanfaat,, saya ada pengalaman teman sakit tipus, setelah beberapa minggu lutut kedua kaki tidak bisa di gerakkan , badan jd demam tinggi, otot2 kejang..
    apa itu ada hubungannya dgn bakteri tipus ?
    dan bagaimana cara menanganinya?
    terima kasih..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar