Melahirkan Normal Bagi Hepatitis B

DokterSehat.Com– Setiap ibu hamil tentu mendambakan bisa melahirkan dengan proses persalinan normal. Tak hanya tentang biaya persalinan yang lebih murah, persalinan normal juga memiliki kelebihan lainnya seperti proses penyembuhan luka yang jauh lebih cepat sehingga tidak perlu berlama-lama di rumah sakit, terhindar dari resiko atau efek samping dari operasi seperti pendarahan, infeksi, dan rasa nyeri dalam waktu yang lama, hingga kemampuan untuk segera bisa berinteraksi dengan bayi sehingga bisa segera memberikan ASI eksklusif.

doktersehat-hamil-usg-kehamilan-konsultasi

Hanya saja, ada sebuah rumor yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia yang menyebutkan bahwa ibu hamil dengan hepatitis B tidak bisa melahirkan dengan persalinan normal. Apakah hal ini benar adanya?

Dalam rumor ini, disebutkan bahwa Indonesia termasuk dalam daerah endemik hepatitis B. Yang menjadi masalah adalah, ibu hamil dengan hepatitis B disebut-sebut akan menularkan penyakit ini pada buah hatinya yang di dalam kandungan.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa ibu hamil dengan hepatitis B ternyata masih tetap bisa melahirkan dengan proses persalinan normal meskipun memang harus mendapatkan pengawasan intensif dari dokter. Hanya saja, bayi harus segera mendapatkan vaksinasi hepatitis B dan HBIG (hepatitis B immunoglobulin) dalam waktu kurang dari 12 jam setelah dilahirkan. Dengan adanya kombinasi kedua vaksin ini, maka penularan hepatitis B dari ibu ke bayi bisa dicegah dengan tingkat keberhasilan 85 hingga 95 persen. Jika kita memberikan vaksin ini pada bayi lebih lambat dari waktu tersebut, maka tingkat keberhasilannya juga akan semakin menurun.

Tak hanya dilakukan setelah dilahirkan, bayi juga harus terus mendapatkan vaksinasi hepatitis B secara rutin hingga usianya mencapai 6 bulan serta melakukan pemeriksaan HBsAg pada saat usianya 9 bulan dan 18 bulan.

Bagi penderita hepatitis B di usia dewasa, 90 persen kasus penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya asalkan sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat. Hanya saja, jika 6 bulan setelah dianggap bersih dari penyakit hepatitis B kita justru kembali divonis positif terkena penyakit ini, bisa jadi hal ini disebabkan oleh hepatitis B kronis yang bisa merusak organ hati secara perlahan sehingga harus mendapatkan perawatan medis dari dokter.

Baca Juga:  HbIg (Imunoglobulin Hepatitis B) - Pengertian dan Efek Samping

*Terimakasih kepada Dr. Edward Tony dari Rumah Sakit Grand Family PIK Jakarta yang telah membantu proses melahirkan istri Co-Founder Doktersehat.com yang mempunyai HBsAg Positif secara normal dengan sabar dan memberikan informasi secara jelas mengenai hal ini.