Melahirkan Generasi yang lebih baik dengan ‘Hypno-birthing’

Masa sih ada sebuah proses kelahiran yang tanpa rasa nyeri dan sakit? Bukankah banyak yang bilang melahirkan itu sakit sekali. Bahkan pembukaan demi pembukaan dalam proses persalinan saja rasanya sudah sakit sehingga banyak teman saya yang kemudian memilih melahirkan dengan operasi karena tidak tahan nyeri dan sakit?



Persalinan yang Nyaman, Alami dan Lancar
Pengalaman melahirkan tanpa rasa sakit ternyata saya sudah alami saat saya melahirkan putri saya kedua. Setiap hari afirmasi yang selalu saya ulang ulang adalah : saat sampai kamar bersalin pembukaan lengkap, lahir mudah, lancar bayi sehat dan selamat. Dan afirmasi tersebut menjadi kenyataan.

Hampir semua wanita hamil menyakini informasi bahwa persalinan itu menyakitkan. Namun, setelah Ayrin Novelia mengikuti pelatihan relaksasi hypno-birthing dan melalui persalinannya, ia ternyata tidak mengalami persalinan yang menegangkan dan menyakitkan seperti yang ia dengar sebelumnya. Ia hanya merasakan nyeri saat melewati pembukaan kedelapan, itu pun ia hayati dan nikmati menjadi sebuah sensasi  sendiri baginya.

Nyeri itu ada, tetapi nyeri yang nikmat. Dan, lama-lama nyeri itu berasa ringan dan menghilang ketika saya rileks dan merasa bahagia karena sebentar lagi berjumpa dengan putri saya, ungkap Ayrin ketika berbagi pengalamannya.

Nyeri dalam Persalinan itu Bersifat Subjektif

Banyak juga wanita yang menjalani persalinannya dengan tenang, damai, bahagia, dan lancar seperti pengalaman Ayrin yang diceritakan di atas. Oleh karena itu, rasa nyeri dalam persalinan sesungguhnya bersifat subjektif atau individual.

Lalu dari manakah rasa nyeri dalam persalinan itu datang? Timbulnya rasa nyeri pada kehamilan dan persalinan itu merupakan sebuah sinyal yang menandakan bahwa ibu hamil yang bersangkutan segera memasuki tahap persalinan. Namun, perempuan hamil pun berbeda-beda dalam merasakan sinyal saat menjelang persalinan itu. Ada yang merasakan nyeri dan ada pula yang tidak merasakan nyeri sama sekali.

Penyebabnya adalah karena banyak faktor yang mempengaruhi persalinan itu. Kondisi fisik dan batin ibu hamil, kepribadian, pengalaman hidup, rasa takut, cemas menghadapi persalinan, serta seberapa besar dukungan lingkungan terdekatnya ternyata sangat berpengaruh dalam proses persalinan itu. Rasa takut terhadap proses persalinan, misalnya, akan memberi akibat tidak baik kepada ibu dan janinnya.

Ketika seseorang mengalami stres (rasa takut), pesan tersebut disampaikan oleh reseptor ke seluruh tubuh. Tubuh secara otomatis mengeluarkan hormon stres, yaitu katekolamin dan adrenalin. Ibu hamil yang tidak bisa melepaskan rasa cemas dan takut sebelum melahirkan akan melepaskan hormon katekolamin dalam kosentrasi tinggi. Akibatnya secara fisiologis dapat menyebabkan kontraksi rahim terasa semakin nyeri dan sakit.Sebaliknya, jika saat-saat persalinan dihadapi dengan tenang, ikhlas, dan pasrah secara alami tubuh akan mengeluarkan zat endorphin yang justru membuat perasaan menjadi nyaman, mengurangi, bahkan menghilangkan rasa nyeri. Konon efek endorfin ini 200 kali lebih kuat daripada morfin.

Oleh karena itu, jika ibu hamil memiliki koneksi yang baik dengan jiwa dan tubuhnya, kehamilan dan persalinannya akan membawa dampak yang baik. Namun, jika ibu hamil terasing dengan jiwa dan tubuhnya sendiri, tentunya akan mempersulit kehamilan dan proses persalinannya.Semakin mampu ibu hamil menyelaraskan mental dan fisik, semakin singkat dan lancar proses persalinan yang terjadi dan semakin ringan rasa nyeri yang muncul. Begitu juga semakin siap ibu menghadapi proses kelahiran bayinya, semakin besar rasa percaya diri sehingga akan meringankan segala rasa nyeri yang muncul. Dalam keadaan rileks, rahim secara alami dapat melakukan gerakan ritmis yang seirama dengan gerakan janin yang sedang mencari jalan keluar sehingga janin pun menemukan jalan keluarnya dengan tenang dan rasa nyeri melahirkan pun berkurang. Dengan panduangan relaksasi Hypno-birthing, Anda akan dapat menjalani persalinan dengan lancar, alami dan lembut.

Hypno-birthing Mengantar Persalinan Yang Lembut dan Alami
Dasar pertama dari metode hypno-birthing adalah relaksasi. Relaksasi merupakan kemampuan untuk melampaui pikiran dengan mencapai sebuah momen kedamaian dan ketenangan batin. Relaksasi hanya bisa terjadi ketika pikiran dan tubuh hening; ketika ritme otak berubah dari rekaman betha (berpikir) ke sebuah ritme alpa (relaksasi) sehingga hormonal yang menyebabkan kegelisahan menurun .

Baca Juga:  Gejala Penyakit Endometriosis Menganggu Proses Kehamilan

Dengan melakukan latihan relaksasi hypno-birthing, ibu hamil dituntun secara alamiah untuk meningkatkan ketenangan diri dan menanamkan program atau sugesti positif selama masa kehamilan sampai proses persalinan. Sehingga ibu hamil akan mampu menetralisir semua rekaman yang negatif di pikiran bawah sadarnya mengenai kehamilan dan proses persalinan dan kemudian menggantinya dengan program positif. Relaksasi yang mendalam juga akan membuat ibu hamil bertambah peka terhadap janinnya. Ia akan mampu berkomunikasi, bahkan kerjasama dengan janinnya saat hamil maupun saat melahirkan. Hal itu dimungkinkan karena seperti halnya orang dewasa, janin memiliki tubuh (meski masih kecil), jiwa (yang baru memiliki unsur perasaan), dan juga roh.

Oleh karena itu, jika ibu hamil dalam kondisi tenang (alpha), tetha, bahkan delta, janin pun akan merasakan kondisi nyaman dan tenang karena frekuensi ibu hamil mudah tersambung dengan janinnya. Selain itu, semua program atau niat positif bisa diterima keduanya dengan baik antara ibu dan janin. Setiap gerakan janin bisa dipahami ibu. Ibu pun dapat bekerjasama dengan janinnya, terutama di saat proses persalinan berlangsung sehingga proses persalinan bisa dilalui dengan tenang, nyaman, dan tanpa rasa sakit.

Shawan Gallagher (2003) pernah melakukan penelitian dengan menyebutkan bahwa fase aktif pada wanita nulipara (bersalin pertama kali) adalah 12 jam. Sementara pada wanita yang mengikuti kelas relaksasi hypno-birthing fase aktifnya hanya 4,5 jam. Sementara kala II (kala pengeluaran pada nulipara rata-rata 2 jam). Sedangkan pada wanita yang mengikuti kelas relaksasi hypno birthing lama kala II adalah 1 jam. Penelitian lain yang dilakukan oleh Am J Clin Hypn (2004) menunjukkan bahwa wanita yang mengikuti kelas relaksasi hypno-birthing mempunyai emosional yang lebih positif dan tidak mengalami masalah psikologis pastpartum dibanding wanita tidak mengikuti kelas relaksasi hypno-birthing.

Menurut American Pregnancy Association, teknik hypno-birthing memang bertujuan untuk mempersiapkan seorang ibu melahirkan dan mencoba mengatasi sejumlah isu mulai dari ketakutan dan kondisi kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan, serta mengurangi atau menghilangkan rasa sakit selama persalinan. Metode ini mengajarkan kepada ibu hamil bahwa dalam ketiadaan rasa takut/ketegangan/keadaan medis khsusus, rasa nyeri tidak harus selalu ada dalam proses persalinan.

Ibu hamil juga akan memperoleh pemahaman tentang bagaimana otot saling bekerja dalam harmoni yang sempurna selama proses persalinan ketika tubuh ibu hamil cukup rileks dan mempunyai kepercayaan. Perempuan memang sudah dirancang untuk melahirkan. Oleh karena itu, belajar rileks adalah langkah positif melatih pikiran ibu hamil untuk menjadi lebih peka dan mampu dengan tenang mengatasi problem sehingga akan terbebas dari rasa takut dan belajar menggunakan naluri alami untuk kelahiran yang tenang dan nyaman.

Di Indonesia Hypno-birthing pertama kali dikembangkan oleh Ibu ‘Lanny Kuswandi’ beliau mendalami hypno-birthing di Perth Australia, dan sudah banyak sekali yang merasakan manfaatnya.

Silahkan baca : Testimoni Klien Hypno-birthing Indonesia

Manfaat Hypno-birthing Bagi Ibu
1. Meningkatkan ketenangan diri yang bermanfaat untuk kesehatan sel sel pada tubuh Ibu dan janin (Bruce Lipton)
2. Mengurangi rasa mual, muntah, pusing, dll
3. Mencegah depresi pasca persalinan (baby blues)
4. Mengajarkan relaksasi sehingga mengurangi stress dan mengatasi ketakutan, kecemasan selama hamil dan dalam menghadapi persalinan
5. Mengurangi resiko terjadi komplikasi dalam persalinan
6. Mengurangi resiko operasi
7. Mempercepat pemulihan ibu postpartum
8. Membantu untuk mengatasi pada pasien dengan hypertensi
9. Membantu memperbaiki letak janin dengan tehnik komunikasi.
10. Meningkatkan kadar endorphin / morphin alami dalam tubuh untuk
11. mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi dan memperlancar proses persalinan.

Manfaat Hypno-birthing Bagi Bayi
1. Membantu menjaga suplai O2 kepada bayi selama proses persalinan
2. Meningkatkan ikatan batin bayi dengan ayah dan ibunya
3. Pada saat lahir biasanya bayi lebih tenang ( tidak mudah rewel)
4. Meningkatkan produksi ASI
5. Mencegah trauma fisik dan jiwa pada Ibu dan bayinya
6. Mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas dan pembawa kedamaian.

Lebih lengkap kunjungi Hypno-birthing Indonesia melahirkan dengan nyaman