Melahirkan Bayi Laki-Laki Ternyata Kurang Baik Bagi Kesehatan Ibu

DokterSehat.Com – Meskipun kadangkala beberapa orang tua menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu, sebagian besar orang tua modern memilih untuk mendapatkan bayi dengan jenis kelamin apapun asalkan bayi terlahir dalam kondisi yang sehat tanpa mendapakan masalah kesehatan apapun. Hanya saja, memang ada anggapan di berbagai tempat bahwa mendapatkan bayi lahir-lahir seakan-akan memberikan prestise tersendiri bagi sebuah keluarga. Padahal, dari sebuah penelitian yang dilakukan di Spanyol, melahirkan bayi laki-laki ternyata bisa membuat ibu mengalami masalah kesehatan lebih besar jika dibandingkan dengan melahirkan bayi perempuan, tepatnya dalam hal kesehatan psikologis. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-hamil-kehamilan-anak-laki

Javier Diaz-Castro, pakar kesehatan yang berasal dari University of Granada, Spanyol, yang terlibat dalam penelitian ini menyebutkan jika melahirkan bayi laki-laki dan perempuan sebenarnya memang sama-sama memberikan rasa sakit saat proses persalinan. Namun, menurut beliau, tubuh ibu memberikan respons yang berbeda dimana andai mereka melahirkan bayi perempuan, maka peradangan yang timbul pada tubuh akan cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan melahirkan bayi laki-laki.

Bayi yang dilahirkan oleh ibunya ternyata bisa memicu peradangan yang bisa membahayakan sel-sel tubuhnya dan bayi laki-laki ternyata bisa memproduksi zat kimia yang jauh lebih besar dan bisa memicu peradangan yang jauh lebih parah. Alhasil, ibu bisa mengalami depresi paska kelahiran atau bahkan terkena penyakit Alzheimer di masa depan.

Diaz-Castro menyebutkan jika bayi laki-laki memang memproduksi senyawa yang termasuk dalam radikal bebas yang akan memicu peradangan, infeksi, dan juga kerusakan pada sel-sel tubuh ibu yang jauh lebih besar pada tubuh ibu, meskipun memang melahirkan bayi perempuan juga bisa membuat ibu mengalami gejala stres yang lebih rendah. Karena alasan inilah ada baiknya suami atau keluarga bisa mendukung ibu saat merawat bayi agar tidak mudah terkena stres atau depresi.