Mau Studi ke Australia atau Negara-negara Asia? Suntik ini Dulu

Siapa yang menyangka virus campak yang sudah dianggap lenyap di Amerika Serikat ternyata muncul kembali? Tahun 2014 dan 2015 lalu virus Campak menjadi pusat perhatian setelah mewabah di beberapa negara bagian. Pada kasus tahun 2015, wabah penyakit ini menjangkau banyak negara bagian. Penyebabnya diduga berasal dari seorang pengunjung taman ria di California yang sedang mengidap penyakit ini. Alhasil banyak pengunjung yang tertular saat itu. Analisa lebih lanjut dari ilmuwan CDC (Center of Disease Control atau Pusat Kendali dan Penanggulangan Penyakit) mengemukakan bahwa virus ini mirip dengan yang mereka temukan pada wabah tahun 2014 yang ternyata berasal dari Filipina. Ya, di negara-negara Asia, penyakit semacam ini masih sangat mudah menyebar karena usaha untuk melakukan imunisasi belum maksimal dilaksanakan oleh rakyatnya.



Menurut Carolyn Bridge, MD, wakil direktur Imunisasi Dewasa di CDC (Center of Disease Control), orang dewasa perlu untuk update jadwal vaksinasi mereka. Siapapun perlu melakukan vaksinasi, terlebih lagi jika Anda berencana melakukan studi ke luar negeri. Apa saja vaksin yang diperlukan sebelum pergi ke luar negeri, terutama Asia dan Australia ?

Banyak warga Indonesia menuntut ilmu ke beberapa negara di Asia dan Australia, mulai dari yang terdekat seperti Singapura, Malaysia, hingga yang lebih jauh jaraknya seperti Jepang, Korea Selatan, hingga India, dan Australia. Negara-negara ini memiliki geografis yang sedikit berbeda dengan Indonesia, dan karenanya ada beberapa penyakit yang tidak ditemui di Indonesia. Vaksin yang dibutuhkan jika Anda akan tinggal di negara-negara Asia dan Australia adalah Hepatitis A, Hepatitis B, Tifoid, Polio, Japanesse Encephalitis, dan Rabies.

  • Vaksin Hepatitis A: Vaksin Hepatitis A baik diberikan paling lambat sebulan sebelum keberangkatan. Vaksin ini diberikan dua kali suntik (dosis) dan berjarak 6 hingga 12 bulan. Suntikan lanjutan bisa diberikan saat Anda berada di luar negeri atau saat setelah Anda berada di luar negeri.
  • Vaksin Hepatitis B: Vaksin Hepatitis B seperti vaksin Hepatitis A sebaiknya diberikan sebulan sebelum keberangkatan Anda. Vaksin ini diberikan 3 kali suntik. Suntikan kedua dan ketiga diberikan setelah sebulan dan 6 bulan setelah suntikan pertama.
  • Vaksin Tifoid (Tipes): Vaksin Tifoid dapat diberikan 2 minggu sebelum keberangkatan Anda. Vaksin ini terdiri dari 2 varian yaitu vaksin dalam bentuk suntikan dan oral (diberikan melalui mulut). Jangan lupa setiap 10 tahun sekali untuk mendapatkan booster (untuk Typhoid oral) dan 3 tahun sekali untuk tifoid injeksi untuk hasil yang lebih maksimal.
  • Vaksin Polio: Vaksin Polio perlu didapatkan oleh orang dewasa, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum pernah mendapatkan vaksin Polio dan akan tinggal di daerah epidemik Polio.
  • Vaksin Japanese Encephalitis: Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dan diberikan kepada mereka yang akan melakukan studi dalam waktu lama di negara-negara seperti Korea, Jepang, dan India. Masing-masing dosis diberikan berjarak 28 hari dan dosis kedua bisa diberikan paling lambat seminggu sebelum jadwal keberangkatan Anda.
  • Rabies: Jika Anda pecinta hewan, Anda harus berhati-hati dengan bahaya Rabies. Vaksin Rabies bisa diberikan bagi mereka yang sering melakukan kontak dengan hewan seperti dokter hewan. Vaksin ini diberikan dalam 3 dosis.
Baca Juga:  Waspada Bunda, Permen Asam Bisa Bikin Lidah Anak Berlubang
Dr. Kristo Hendra Djaya

Ditulis oleh Dr. Kristo Hendra Djaya, SpPD

Dr. Kristo Hendra Djaya, SpPD merupakan dokter ahli pencegahan penyakit, Vaksinologis, Internis di RSIA Bun Kosambi dan CEO dari Klinik InHarmony. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai penyakit dalam dan pencegahan penyakit, beliau merupakan salah satu pakar vaksin & imunisasi yang terdepan dan paling dicari di Indonesia.