Mata Ikan (Clavus) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Mata ikan adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gaya gesek yang intermeten pada permukaan kulit. Kekuatan ini mengakibatkan hiperkeratosis, secara klinis dan histologis. Hiperkeratosis adalah suatu penebalan kulit akibat produksi stratum korneum yang terus menerus. Penebalan luas kulit pada mata ikan atau nama latinnya clavus mungkin mengakibatkan sakit yang kronis, terutama di kaki bagian depan; dan dalam situasi tertentu, penebalan ini dapat menyebabkan pembentukan ulkus atau suatu luka yang menggaung.

doktersehat-mata-kaki-sakit-penyakit-kapalan

Secara klinis, mata ikan ini terlihat seperti penebalan kulit. Adanya suatu pengeriputan dan infesi jamur sekunder atau infeksi bakteri dapat terjadi dan biasanya karena penderita mengalami kekebalan tubuh yang menurun seperti pada pasien kencinb manis. Mata ikan ini apabila dikupas, terlihat “mata” atau “inti”nya yang  tegas. Tempat yang paling sering terkena adalah kaki, khususnya jari terujung seperti jempol kaki atau kelingking kaki.

Penanganan
Pengobatan clavus bertujuan untuk mengurangi gejala seperti rasa sakit dan ketidaknyamanan dengan berjalan. Mengupas kulit yang menebal akan dengan segera mengurangi rasa sakit sambil mencari akibat penekanan pada kaki seperti penggunaan sepatu yang terlalu ketat atau kekecilan dan penggunaan kaos kaki yang terlalu lama sehingga memicu kelembaban yang tinggi pada kaki. Biasanya dokter akan menganjurkan menggunakan sandal untuk mengurangi penekanan pada kaki. Jika cara konservatif seperti ini gagal dilakukan, maka cara terakhir adalah dengan operasi.

Para ahli kulit mengemukakan bahwa senyawa asam salisilat dapat bermanfaat.

Gejala seperti rasa terganjal atau sakit dapat diatasi dengan mengurangi lapisan kulit yang terbentuk seperti:.

  • Digosok dengan batu apung untuk mengurangi lapisan kulit yang ada
  • Menggunakan agen keratolitik, seperti urea, asam alpha-hydroxy (misalnya, glikolat, malat, atau asam laktat), atau asam beta-hidroksi (misalnya asam salisilat). Namun asam salisilat harus dalam konsentrasi yang tepat sekitar 10%. Konsentrasi tinggi asam salisilat (misalnya 40%) dapat menyebabkan pengelupasan kulit yang parah, dan pada pasien dengan kencing manis justru malah menyebabkan ulserasi (luka menggaung/luka yang dalam)
  • Penggunaan ekstrak bawang putih
  • Triamsinolon intralesi (seperti salep kenalog) dan salep vitamin A juga dapat mengurangi hiperkeratosis lokal
  • Laser karbon dioksida.
  • Mengurangi gesekan pada kaki, menghindari sepatu yang sempit, atau penggunaan sepatu tertutup yang telralu lama,  atau penderita dapat  menggunakan alas kaki yang empuk.