Masyarakat Perkotaan Lebih Rentan Terkena Masalah Kerusakan Saraf Tepi

DokterSehat.Com – Pakar kependudukan menyebutkan jika kini semakin banyak orang yang memilih untuk tinggal di kota jika dibandingkan di desa. Selain dikarenakan faktor urbanisasi dimana banyaknya lapangan pekerjaan yang terlihat menjanjikan di kota besar, kemudahan akses ke berbagai tempat dan untuk mendapatkan banyak hal membuat orang semakin tergiur tinggal ke kota. Sayangnya, pakar kesehatan justru menyebutkan jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di desa, masyarakat perkotaan lebih rentan terkena masalah kesehatan, khususnya yanag berupa penyakit saraf neuropati. Bagaimana halini bisa terjadi?

doktersehat-lesi-otak-delirium-penurunan-fungsi

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Neuropaty CheckPoints pada tahun 2015 dilakukan di Jabodetabek dengan melibatkan setidaknya 16.872 partisipan. Para partisipan sendiri kerap kali ditemukan pada pusat keramaian layaknya swalayan atau bahkan kantor-kantor untuk dicek kondisi neuropatinya. Hasil penelitian ini adalah, mereka yang tinggal di kawasan Jabodetabek ternyata memiliki resiko terkena penyakit saraf neuropati atau kerusakan saraf tepi hingga 47 persen! Jika dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di kota-kota lainnya di Indonesia, hal ini sangat tinggi mengingat rata-rata resiko terkena penyakit ini hanyalah 40 hingga 42 persen saja.

Dari penelitian ini, ditemukan pula fakta bahwa semakin menua seseorang, resiko terkena neuropati juga meningkat. Mereka yang berusia lebih dari 50 tahun memiliki resiko terkena neuropati hingga 32 persen. Mereka yang masih berusia 20 hingga 29 tahun resikonya berada pada angka 14 persen, sementara itu, usia 30 hingga 39 tahun sebanyak 25 persen, dan usia 40 hingga 49 persen meningkat menjadi 29 persen.

Penyebab dari tingginya angka ini ditengarai oleh banyaknya masyarakat perkotaan yang bekerja di area perkantoran dimana penggunaan ponsel dan postur tubuh yang salah saat bekerja setiap harinya yang ditambah dengan badan yang cenderung lebih statis meningkatkan resiko terkena penyakit neuropati ini. Selain itu, kecenderungan orang yang kekurangan asupan vitamin B, terkena saraf terjepit, hingga adanya penyakit diabetes juga menambah resiko seseorang terkena penyakit ini.