Masyarakat Indonesia Akan Mengalami Lonjakan Pecandu Rokok di Usia Produktif

DokterSehat.Com – Sebuah fakta yang sangat menyedihkan terjadi di Indonesia di mana jumlah masyarakat yang menjadi pecandu rokok termasuk yang paling tinggi di seluruh dunia. Secara kultur, dimana masyarakat Indonesia memang bisa menikmati rokok secara langsung mengingat banyaknya petani tembakau di tanah air, juga diimbangi dengan gencarnya promosi rokok di berbagai tempat membuat rokok laris manis bagi berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Data dari The Tobacco Atlas bahkan menyebutkan jika ada 53 juta orang dewasa yang menjadi pecandu rokok dan yang menyedihkan adalah, 2,6 juta anak juga telah menjadi pecandu rokok.

doktersehat-rokok-mudah-sakit-resiko-jantung-stroke

Selain jumlah pecandu rokok dari anak-anak yang sangat tinggi, pakar kesehatan juga menyebutkan jika pria dewasa dari Indonesia cenderung mulai menjadi perokok pada usia yang sangat muda, yakni 12 tahun. Bahkan, banyak orang yang menyebutkan jika semakin sedikit anak dan remaja yang tidak merokok. Hal ini berarti, di masa depan, lebih banyak orang dengan usia produktif yang merokok dibandingkan dengan yang tidak.

Abdillah Ahsan, SE, M.SE, yang merupakan Wakil Kepala Lembaga Demografis dari Universitas Indonesia, menyebutkan jika pada tahun 2025 hingga 2030 akan terjadi lonjakan pecandu rokok pada mereka yang berusia produktif. Hal ini bisa berpengaruh besar pada kondisi kesehatan dan perekonomian nasional di masa depan. Sebagai contoh, jika remaja masa kini sudah menjadi perkok, maka pada usia produktif, paru-paru mereka sudah tidak sehat lagi dan cenderung tidak produktif karena lebih sering sakit-sakitan. Bayangkan berapa banyak orang yang tidak produktif di masa depan mengingat banyaknya pecandu rokok.

Dengan adanya fakta ini, maka ada baiknya pemerintah dan semua lapisan masyarakat mulai berperan aktif dalam menurunkan jumlah perokok di tanah air. Sebagai contoh, regulasi tentang iklan atau distribusi dan penjualan rokok harus ditata dengan lebih baik sehingga jumlah pecandu rokok di Indonesia bisa menurun.