Masyarakat India Sangat Rentan Terkena Diabetes

DokterSehat.Com – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Diabetes, Penyakit Metabolik, dan juga Endikrinologi yang berasal dari New Delhi, India, menyebutkan jika masyarakat negeri Bollywood ini ternyata cukup rentan untuk terkena diabetes. Bahkan, resiko terkena penyakit berbahaya ini tetap tinggi meskipun tubuh seseorang kurus dan langsing. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-diabetes-gula-penyakit

Ketua dari penelitian ini, Anoop Misra, menyebutkan jika tingginya resiko diabetes pada masyarakat Indina dipicu oleh adanya komposisi genetik unik yang disebut sebagai “Asian Indian Phenotype” yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat India. Kondisi genetik khusus inilah yang membuat masyarakat India yang meskipun terlihat memiliki tubuh yang ramping, sebenarnya memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi di sekitar organ-organ dalam tubuh. Hal ini ternyata membuat masyarakat India cukup rentan memiliki kandungan lemak perut yang cukup tinggi, terkena resistensi insulin, dan mengandung begitu banyak lemak jahat di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat mereka sangat beresiko terkena penyakit diabetes dan juga penyakit arteri koroner.

Melihat adanya fakta ini, Misra sangat menyarankan masyarakat India untuk mulai mengubah gaya hidup sehari-hari agar menjadi lebih sehat. Sebagai contoh, sebagian besar masyarakat India ternyata jarang melakukan aktivitas dan cenderung banyak mengkonsumsi karbohidrat. Beliau menyebutkan jika ada baiknya pola makan masyarakat perlu diubah menjadi lebih sehat dan harus ada peran aktif dari berbagai pihak agar masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas fisik.

Times of India sendiri menyebutkan jika penderita diabetes di India jumlahnya meningkat tajam sejak bulan Juni tahun 2015. Masyarakat India yang miskin di desa bahkan harus merelakan 34 persen pendapatannya dalam satu bulan hanya untuk mengobati diabetes, dan masyarakat perkotaan harus menyisihkan 27 persen pendapatan per bulannya. Selain itu, kasus kematian yang disebabkan oleh diabetes di negeri tersebut meningkat hingga 50 persen dalam rentang waktu 2005 hingga 2015.