Masturbasi di Usia Muda, Awas Bahaya Kanker Prostat

DokterSehat.Com – Usia remaja biasanya menjadi dimana usia eksplorasi bagi manusia dan mengenal banyak hal, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan orang dewasa. Salah satu dari kegiatan eksplorasi yang meskipun terlihat kurang baik namun banyak dilakukan apra remaja adalah dengan melakukan masturbasi. Remaja pria, khususnya, mulai mengeksplorasi bagian tubuhnya dan mengenal hasrat seksual sehingga akhirnya melakukan masturbasi dengan frekuensi yang tinggi karena menganggap cara ini bisa memberikan kenikmatan tanpa peru merugikan orang lain. Sayangnya, pakar kesehatan justru menyebutkan jika kegiatan ini beresiko menyebabkan masalah kesehatan di masa depan.

doktersehat-seks-pria-penis

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Journal Urology International menyebutkan jika dari sekitar 800 partisipan pria, ditemukan kelompok pria yang pada usia 20an dan 30an yang cukup sering melakukan masturbasi dan memiliki resiko terkena kanker prostat cukup tinggi. Uniknya, jika masturbasi dilakukan oleh kelompok pria dengan usia 40 an dan juga 50 an, resiko terkena kanker prostat ini cenderung menurun dan bahkan kegiatan ini bisa menjadi pelindung tubuh dari resiko terkena penyakit kanker ini.

Pakar kesehatan menyebutkan jika hormon dan kadar libido menjadi pemicu mengapa kegiatan masturbasi bisa memicu kanker prostat bagi pria muda.  Hal ini diungkapkan pada hasil penelitian lain yang dilakukan di Cambridge University dimana sebagian besar pria yang terdiagnosa terkena kanker prostat pada usia 50 an cenderung aktif melakukan masturbasi setidaknya lebih dari 20 kali per bulan saat mereka berusia muda 20 an, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria yang lebih terkontrol dan tidak mendapatkan kanker prostat yang biasanya berkisar antara 12 kali atau kurang per bulannya.

Baca Juga:  Kekeliruan Yang Harus Di Hindari Saat Bercinta

Dengan adanya fakta ini, pakar kesehatan menyarankan pria muda untuk semakin bijak dalam mengeksplorasi hasrat seksualnya. Selain harus dilakukan dengan benar dan menghormati norma-norma yang berlaku, aktifitas seksual juga harus memperhatikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.