Masturbasi Bisa Sembuhkan Flu?

DokterSehat.Com – Aktivitas masturbasi yang dilakukan pria kerap menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orang menganggap bahwa masturbasi dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Namun, kini seperti yang dikutip dari Mid Day ada penelitian yang mengungkapkan bahwa masturbasi ternyata juga dapat mengatasi serangan flu.

doktersehat-sakit-flu-sembuhkan-masturbasi

Seorang ahli saraf, Sina Zarrintan menjelaskan adanya korelasi yang antara alat kelamin dan hidung. Pada kenyataannya kedua bagian tubuh tersebut terhubung pada bagian yang sama dari sisitem saraf yang mengendalikan refleks tertentu.

Oleh karena itu, ketika terjadi ejakulasi maka sistem saraf simpatik akan mempersempit pembuluh darah di seluruh tubuh yang dapat menetralisir pembuluh darah yang bengkak di hidung. Hal inilah yang dapat menormalkan kembali pernapasan ketika terserang flu.

Ternyata tidak hanya itu saja manfaat dari masturbasi.  Aktivitas ini secara klinis juga bisa mengatasi sindrom kaki gelisah atau disebut juga dengan istilah restless leg syndrome (RLS).

RLS merupakan rasa tidak nyaman pada kaki yang mengakibatkan kaki harus bergerak untuk mengurangi rasa yang tidak nyaman, seperti nyeri atau gatal.

Kondisi penderita RLS akan makin memburuk ketika duduk atau berbaring karena sensasi tidak nyaman ini akan makin menjadi saat penderita sedang beristirahat.

Seperti yang dilansir New Scientist di Amerika Serikat dan Eropa tercatat ada 7–10 persen penderita gangguan neurologis ini.

Rasa tidak nyaman pada tungkai bawah, seperti sakit atau kesemutan biasa dialami penderita sindrom kaki gelisah ini. Pada dasarnya obat-obatan yang  meningkatkan dopamin dapat meringankan sensasi tidak menyenangkan yang dialami penderita RLS saat tidur. Namun, seorang pria yang merupakan salah satu penderita RLS tersebut menemukan bahwa masturbasi atau hubungan seks dapat dijadikan cara alami untuk menyembuhkan sindrom tersebut.

Baca Juga:  Peningkatan PMS, HIV, dan Abses Anus pada Homoseksual

Penulis laporan tersebut, Luis Marin dan rekan-rekannya di Universitas Federal Sao Paulo, Brasil, berspekulasi bahwa saat orgasme tubuh melepaskan dopamin yang berperan penting dalam proses penyembuhan sejumlah gangguan kesehatan.