Mastitis, Penyakit Payudara yang Sering Dialami Ibu Menyusui

DokterSehat.Com – Mastitis merupakan kondisi jaringan di dalam buah dada ibu menyusui mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Inilah yang menyebabkan buah dada menjadi membengkak dan ibu mengalami rasa nyeri. Pada ibu yang mengalami mastitis, buah dada mengalami perubahan warna menjadi lebih merah dan suhu lebih tinggi dibandingkan pada kondisi normal.Bahkan ibu yang mengalami mastitis akan merasakan demam dan menggigil.



Penyakit mastitis dapat dialami oleh hampir semua ibu yang menyusui meskipun demikian biasanya penyakit ini menyerang salah satu buah dada. Kondisi yang dialami oleh ibu akan mudah merasakan lelah dan juga letih. Dampaknya anda akan menjadi sulit memberikan perawatan kepada bayi.

Ibu yang mengalami mastitis biasanya akan memberhentikan sementara pemberian ASI padahal hisapan bayi akan membantu untuk untuk membersihkan infeksi.Anda tidak perlu khawatir karena tidak akan berdampak kepada bayi. Sedangkan cara lain yang dapat anda lakukan dengan dengan memerah ASI menggunakan tangan dan juga pompa perah.

Meskipun beberapa ibu yang mengalami mastitis dapat pulih sendirinya akan tetapi apabila apabila penyakit semakin parah maka pengobatan harus segera dilakukan. Hal ini untuk membantu anda mengatasi komplikasi yang mungkin terjadi dari penyakit mastitis.

Penyebab

  • Puting pada payudara retak. Hal ini dapat terjadi akibat posisi menyusui yang tidak benar. Akibatnya puting robek dan retak. Bakteri menjadi lebih mudah untuk memasuki payudara Anda. Bakteri akan berkembang biak di dalam payudara dan hal inilah yang menyebabkan infeksi.
  • Payudara tersentuh oleh kulit yang memang mengandung bakteri atau dari mulut bayi yang sedang Anda susui. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam payudara melalui lubang saluran susu.
  • Memiliki penyakit anemia di mana penyakit ini dapat menurunkan daya tahan tubuh Anda terhadap serangan infeksi, salah satunya penyakit mastitis.
  • Tidak dapat mengeluarkan semua susu ketika menyusui. Hal ini dapat membuat payudara Anda terisi penuh oleh susu dan menyebabkan saluran susu dalam payudara tersumbat. Hal ini akan membuat ukuran dari payudara Anda membesar dan lebih rentan terinfeksi oleh bakteri.
Baca Juga:  Wanita Gemar Masturbasi, Siap-Siap Terkena Masalah Kesehatan Berikut

Gejala

Dari kebanyakan kasus, orang yang mengalami penyakit ini terlebih dahulu mengalami gejala seperti flu. Anda akan mengalami hal ini selama beberapa jam sebelum akhirnya Anda menyadari bahwa payudara Anda memerah dan terasa sakit. Anda juga mungkin akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini yang sekaligus menjadi pertanda dan gejala dari penyakit mastitis :

  • Payudara membengkak
  • Demam hingga 38,3 derajat Celcius (101 derajat Fahrenheit)
  • Tubuh terasa nyeri dan menggigil
  • Payudara terasa hangat saat disentuh
  • Payudara seperti terbakar saat menyusui
  • Kelenjar getah bening yang terletak di ketiak sebelah payudara yang terinfeksi terasa sakit
  • Detak jantung lebih cepat

Apabila Anda mengalami tanda dan gejala seperti di atas, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Pengobatan

Perawatan yang dilakukan untuk penderita mastitis diantara lain dengan menggunakan metode menghilangkan sumbatan yang terdapat pada saluran susu. Metode ini sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit dan juga pembengkakan sehingga dapat menghilangkan sumbatan pada saluran sysy dengan menyusui pada bayi, menggunakan pompa untuk mengeluarkan ASI dan dengan mengompres sebelum menyusui bayi.

Sedangkan untuk meringakan nyeri dan juga bengkak maka dapat dilakukan dengan cara mengompres dengan es kepada sekitar payudara yang terkena mastitis. Kemudian perbanyak mengkonsumsi cairan dan juga istirahat selain itu pastikan untuk konsultasi dengan dokter untuk menghilangkan rasa sakit yang aman untuk ibu dan bayi.

Dokter akan memberikan antibiotik yang dapat mengatasi mastitis, obat yang akan membantu dalam mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius sehingga apabila dalam periode menyusui tidak akan menggangu pada kesehatan ibu dan bayi. Umumnya mastitis disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Apabila pada pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak direspon positif maka digunakan jenis antibakteri lain bahkan menggunakan jalan operasi.