Masih Suka Menahan Kencing? Awas Bahaya Kesehatan Berikut

DokterSehat.Com – Buang air kecil adalah salah satu mekanisme alami tubuh untuk membuang berbagai zat sisa yang tidak lagi dibutuhkan. Sayangnya, karena suatu kondisi layaknya sedang dalam perjalanan atau saat menghadiri acara yang penting sehingga tidak bisa beranjak ke kamar kecil, maka kita pun harus menahan kencing. Meskipun dianggap sebagai hal yang biasa, pakar kesehatan menyebutkan jika kebiasaan menahan kencing ternyata bisa sangat buruk bagi kesehatan. Apa sajakah bahaya kesehatan yang bisa terjadi andai kita kerap melakukannya?

doktersehat-toilet-ambeien-wasir-buang-air-besar-lancar-bab-Inkontinensia-Usus-kencing-berdarah

Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih termasuk dalam penyakit yang memberikan rasa nyeri luar biasa bagi penderitanya. Biasanya, penderita penyakit ini selalu ingin buang air kecil namun juga akan merasakan nyeri luar biasa pada uretranya. Saat buang air kecil, kadangkala kita bisa merasakan sensasi terbakar yang akan sangat menyiksa. Agar tidak mengalaminya, kita sebaiknya tidak membiasakan menahan air kencing.

Infeksi kandung kemih
Pakar kesehatan dr. Chamandep Bali yang berasal dari Toronto Naturophatic Health Clinic, Kanada, menyebutkan jika andai kita menahan air kencing dalam waktu yang lama, maka kandung kemih pun akan menjadi tempat favorit bagi bakteri. Andai hal ini terjadi, bakteri bisa memicu infeksi yang tak hanya bisa berlangsung pada kandung kemih, namun, juga bisa menyebar pada ginjal yang tentu sangat berbahaya.

Masalah fungsi buang air kecil
Lower Urinary Tract Symptomps (LUTS) atau disfungsi buang air kecil adalah kondisi dimana kita tak mampu lagi mengendalikan saluran kemih dan kandung kemih. Alhasil, kita pun akan kesulitan untuk menahan keinginan untuk buang air kecil sehingga bisa mengompol, buang air kecil tidak bisa tuntas, dan menurunnya fungsi seksualnya. Selain kerap terjadi pada para lansia karena faktor usia, penyakit ini juga bisa terjadi pada mereka yang terlalu sering menahan air kecil.