Masih Muda, Bocah Ini Terkena Penyakit Alzheimer

DokterSehat.Com – Jika kita membicarakan tentang penyakit Alzheimer, maka hal pertama yang akan kita pikirkan tentu saja adalah penyakit yang menyerang para lansia. Dalam realitanya, penyakit ini memang sangat jarang menyerang orang dewasa atau bahkan anak-anak. Namun, apa yang terjadi pada bocah dari Skotlandia ini sangat berbeda. Di usianya yang masih sangat muda, Ia justru terkena penyakit Alzheimer langka. Seperti apakah penyakit Alzheimer yang menyerang bocah yang bernama Sophia Scott ini?

doktersehat-penyakit-alzheimer-tumor-otak-bakteri-Naegleria-Fowleri-Ginkgo-Biloba

Pakar kesehatan Skotlandia menyebutkan jika Sophia adalah satu-satunya penderita penyakit yang disebut sebagai sindrom Safilippo ini di negara tersebut. Di Inggris Raya sendiri, diketahui hanya ada 40 kasus dari penyakit langka ini. Sindrom Sanfilippo bisa dijelaskan sebagai kondisi genetik langka yang membuat penderitanya sulit untuk bertahan hidup hingga usia remaja. Penderitanya secara progresif terus mengalami kehilangan memori dan fungsi tubuh.

Darren Scott, ayah dari Sophia, berkata jika Ia mendapatkan kabar bahwa putrinya terkena sindrom langka ini hanya dua hari sebelum usia Sophia genap empat tahun. Ia dan istrinya, Amanda, pun sangat terkejut dengan kondisi ini mengingat sejauh ini gejala kesehatan yang terjadi pada Sophia hanyalah keterlambatan berbicara. Sebenarnya, karena terlambat bicara inilah Darren dan Amanda mencoba untuk mencari terapi yang bisa membuat sang putri bisa segera berbicara. Sayangnya, semua hasil tes yang dilakukan para dokter justru menunjukkan jika Sophia memang terkena sindrom langka ini.

Sophia yang kini berusia lima tahun sendiri masih terlihat layaknya anak-anak yang enerjik pada umumnya. Ia sendiri termasuk anak yang mudah tersenyum dan memiliki banyak hobi, dari itu berbelanja, bermain dengan bonekanya, menari, dan menaiki skuter mainannya. Sayangnya, semua kemampuan dan keceriaan ini akan hilang di masa depan karena adanya penyakit langka yang masih belum ditemukan obatnya ini.

Baca Juga:  Awas, Makanan Cepat Saji dan Makanan Beku Bisa Menyebabkan Alzheimer Pada Anak Saat Dewasa

Mengingat besar kemungkinan Sophia hanya memiliki sedikit waktu lagi untuk tetap dalam kondisi normal sebelum penyakitnya ini menurunkan kemampuan tubuh, mobilitas, hingga kemampuan berbicaranya, orang tuanya pun sebisa mungkin membahagiakan sang buah hati dengan kerap menghabiskan waktu bersama. Mereka bahkan berencana untuk mengunjungi Lapland, Finlandia, daerah tempat asal Santa Klaus, dan ke Disneyland di Paris dalam waktu dekat.