Masalah Trimester Pertama Kehamilan

DokterSehat.Com – Pasangan suami istri yang berada dalam kondisi hamil untuk pertama kali tentu merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Bagaimana tidak, bayi yang nantinya akan menjadi buah cinta kedua belah pasangan akan segera hadir di tengah-tengah keluarga muda ini. Kondisi kehamilanpun biasanya dijaga dengan sebaik mungkin dengan harapan agar si buah hati bisa lahir dalam kondisi yang sehat dan baik. Hanya saja, ibu hamil dan suami juga harus bersiap dengan adanya kondisi yang bermasalah saat proses kehamilan berlangsung, khususnya pada tiga bulan pertama kehamilan.

doktersehat-hamil-mual-muntah

Tiga bulan pertama kehamilan akan membuat banyak sekali perubahan pada hormon, fisik, atau bahkan kesehatan sang ibu. Ibu hamil biasanya akan terlihat lebih rentan dan lebih ringkih karena adanya perubahan hormon, bahkan dalam beberapa kasus, mood dan perilaku ibu hamil bisa berubah dengan sangat signifikan pada masa kehamilan trimester pertama. Namun, masalah trimester pertama kehamilan yang paling terkenal adalah rasa mual-mual yang ada di pagi hari yang sering disebut sebagai morning sickness. Hampir semua ibu hamil akan merasakan mual-mual ini dan meskipun agak melelahkan, morning sickness bisa dipastikan tidak berbahaya bagi kesehatan ibu hamil maupun sang bayi dalam kandungan. Untuk menghindari rasa mual, ada baiknya ibu hamil tidak memakan makanan berlemak dan mulai banyak minum air dan istirahat.

Pada tiga bulan pertama, ibu hamil juga cenderung akan lebih mudah merasakan nyeri pada punggungnya mengingat perubahan fisik sudah dimulai pada tubuh sangat ibu. Kadang kala rasa nyeri ini juga disertai dengan rasa pegal dan pembengkakan pada area leher atau kaki. Ibu hamil tentu harus sering-sering beristirahat atau berendam air hangat agar rasa nyeri ini tidak mudah kambuh. Hanya saja, senyeri apapun ibu hamil, banyak pakar yang tidak menyarankan ibu hamil untuk dipijat karena ditakutkan ada efek samping bagi kesehatan kehamilan.

Baca Juga:  Perdarahan Pasca Persalinan

Mood ibu hamil biasanya akan cenderung lebih emosional dan ingin sesering mungkin beristirahat. Disamping kondisi fisik yang cenderung lebih mudah lelah, perubahan hormon ternyata menjadi faktor mood mudah sekali berubah dan naik turun. Disinilah peran suami harus sangat baik dalam mendukung sang istri. Disamping ikut membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, suami pun harus mendamping sang istri meskipun hanya mendengarkan keluh kesahnya karena bisa membuat ibu hamil menjadi lebih tenang menghadapi kehamilan ke depannya.