Manusia Tertua di Dunia Dikabarkan Meninggal di Usia 117 Tahun

DokterSehat.Com – Emma Morano, manusia tertua di dunia yang diyakini menjadi satu-satunya orang tersisa yang terlahir dari abad 19 dikabarkan meninggal dunia pada hari Sabtu, 15 April 2017, kemarin. Sebagai informasi, Emma yang tinggal di Verbania, bagian utara Italia, terlahir pada tanggal 29 November 1899. Ia sendiri menjadi saksi perubahan di dunia yang sangat cepat dalam satu abad terakhir.

doktersehat-tangan-orangtua

Sebagai informasi, saat Emma masih berusia 4 tahun, Wright bersaudara baru saja berhasil menerbangkan pesawat untuk pertama kali di dunia. Emma sendiri pernah merasakan dua kali Perang Dunia. Beliau juga pernah melihat 90 kali pergantian kepala pemerintahan di Negeri Pisa tersebut. Walikota Verbania sendiri menyatakan kotanya sedang berduka cita yang sangat dalam atas meninggalnya warga yang paling senior tersebut. Menurut sang walikota, Emma menjalani kehidupan yang luar biasa dan akan selalu menjadi pengingat bagi semua warga Verbania agar bisa kuat dalam menjalani kehidupan.

Dokter yang merawat Emma, dr. Carlo Bava, menyebutkan bahwa Emma meninggal dengan tenang saat duduk di kursi santai. Menurut dr. Bava, Emma adalah anak tertua dari delapan bersaudara. Yang menarik adalah, keluarganya sepertinya memiliki keturunan genetik yang membuatnya dan dua adiknya mampu hidup melebihi usia 100 tahun. Hanya saja, semua saudara Emma sudah meninggal dunia saat Emma masih menikmati masa senjanya.

Emma sendiri termasuk dalam orang yang melakukan diet khusus dimana dalam sehari, Ia bisa mengkonsumsi tiga butir telur, namun dua dari telur tersebut dikonsumsi secara mentah. Diet unik sendiri sudah dilakukannya semenjak usia Emma mencapai 20 tahun, atau tepatnya saat Perang Dunia I meletus dimana Ia juga didiagnosis terkena anemia. Emma sendiri termasuk jarang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Saat malam hari, Emma sendiri hanya mengkonsumsi daging ayam saja.

Baca Juga:  3 Manfaat Vitamin B1 Selain Sembuhkan Beri-Beri

Dengan diet yang unik ini, Emma berhasil menjaga kesehatan tubuhnya hingga akhir hayatnya dan tergolong sangat jarang jatuh sakit.