Manusia Semakin Malas Memakai Sabun Batangan

DokterSehat.Com – Tahukah anda? Sebuah penelitian menyebutkan jika generasi yang lebih muda atau yang kerap disebut sebagai generasi milenial semakin enggan memakai sabun batangan. Generasi milenial sendiri adalah mereka yang memiliki rentang usia 18 hingga 24 tahun dan mereka berpikir jika sabun batangan tidak menjamin kebersihan tubuh mereka dengan baik dan memilih untuk menggunakan sabun cair saja. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-sabun-batangan

Berbeda dengan generasi yang lebih tua yang cenderung masih bisa memakai sabun batangan untuk mandi, generasi muda, khususnya yang berjenis kelamin perempuan memang cenderung semakin enggan memakai sabun batangan. Di Amerika Serikat sendiri diketahui ada penurunan penjualan sabun batangan hingga 2,2 persen dari tahun 2014 ke tahun 2015. Secara umum, dalam enam tahun terakhir, penjualan sabun batangan memang menurun hingga lima persen. Pakar kesehatan menyebutkan jika alasan para generasi muda semakin malas memakai sabun batangan adalah sabun ini akan menyisakan kuman dan bakteri setelah kita gunakan.

Sebuah penelitian menyebutkan jika 53 persen pria masih mau memakai sabun batangan. Namun, hanya 36 persen wanita yang mau memakai sabun batangan saat mandi. Disamping karena banyaknya pilihan sabun yang ada di pasaran, adanya pilihan sabun yang menyertakan pelembab atau fasilitas perawatan tubuh yang leih baik membuat sabun batangan semakin tidak diminati.

Tentang tudingan bahwa sabun batangan menyimpan banyak sekali kuman, pakar kesehatan Elaine Larson dari Mailman Schoolf of Public Health dari Columbia University menyebutkan jika anggapan ini sama sekali tidak benar. Memang, ada kuman yang bisa ditemukan di sabun batangan, khususnya pada bagian lendir yang terus basah. Namun, kuman ini sangatlah jarang menyebabkan sakit atau bahkan masalah di kulit. Bahkan, andai kita kita membilas sabun ini sebelum dipakai untuk mandi, maka kuman-kuman tersebut juga sudah ikut terbuang sehingga sabun batangan aman untuk dipakai.