Manfaat Pelukan bagi Kesehatan Jiwa

DokterSehat.Com – Manfaat berpelukan dengan orang-orang yang tersayang memberikan banyak hal yang bermanfaat baik itu bagi kesehatan jasmani maupun rohani kita yang menjalaninya. Karena itulah kita juga tidak menyepelekan dampak pengaruh pelukan untuk pasangan dan anak-anak kita yang begitu besar.



Pelukan adalah sebuah terapi yang ampuh untuk menyembuhkan aneka penyakit. Penelitian mengatakan seperti informasi yang dilansir dari Mindbodygreen bahwasannya memeluk dan juga tertawa sangat efektif dalam menyembuhkan depresi, kecemasan, dan salah satu tips menghilangkan stress dan beberapa penyakit yang erat kaitannya dengan stres.

Para ahli jiwa merekomendasikan setidaknya delapan pelukan sehari untuk lebih bahagia dan menikmati hubungan yang lebih baik. Sedangkan terapis keluarga Virginia Satir menyatakan bahwa kita membutuhkan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk kesehatan dan 12 pelukan untuk pertumbuhan.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa tindakan sederhana seperti memeluk dapat meningkatkan jumlah hormon oksitosin dalam tubuh. Hormon oksitosin merupakan hormon yang dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan diri, mengurangi rasa takut, serta meningkatkan kasih sayang dan ketenangan. Hormon oksitosin ini juga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan infeksi dan

kelelahan, serta mengurangi stres dan depresi. Sedangkan penelitian yang lain menyatakan bahwa pelukan pada anak dapat meningkatkan kecerdasan otak. Hasil penelitian ini menjadi alasan mengapa tindakan sederhana seperti memeluk tidak hanya memperkuat ikatan dengan orang lain, tetapi juga memperkuat fisik, emosi dan kesehatan.

Salah satu hal unik dari berpelukan adalah orang yang memeluk dan yang dipeluk sama-sama merasakan manfaat yang sama. Agar pelukan kita memiliki dampak lebih baik, diharapkan sebelum memeluk singkirkan hal-hal yang dapat mengganggu pikiran seperti urusan pekerjaan, urusan rumah dan lain-lain. Memberikan pelukan dengan kepala penuh berbagai pikiran dapat mengurangi energi positif dan kehangatan yang akan kita berikan. Bebaskan tangan kita dari benda-benda yang ada di tangan seperti telepon genggam, tas, kunci atau barang lainnya sehingga lebih leluasa untuk memeluk. Lakukan pelukan minimal tiga detik

Baca Juga:  Tips Agar Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan

untuk merasakan dampaknya pada tubuh.

Di Indonesia dan beberapa negara lainnya, berpelukan yang memberikan dampak positif dilakukan oleh pasangan suami istri, saudara, teman, dan orang tua pada anaknya. Pelukan dapat membawa dampak negatif jika dilakukan pada orang yang tidak suka melakukan

kontak fisik, terkait dengan perbedaan pandangan pribadi dan budaya. Pelukan juga perlu diberikan pada saat yang tepat, pada orang yang tepat dan sesegera mungkin.

Sayangnya, banyak yang belum mengetahui manfaat dari pelukan atau menganggap pelukan sebagai hal yang kurang lazim. Hal ini membuat kita tidak terbiasa dan tidak nyaman untuk minta dipeluk atau memeluk keluarga sendiri. Akhirnya, kita atau anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang kekurangan sentuhan dan kasih sayang. Jangan sampai kita mempercayai pendapat bahwa anak yang sering dipeluk akan tumbuh menjadi anak yang

cengeng dan manja. Sebaliknya, bayi atau anak yang sering disentuh atau dibelai orang tuanya akan tumbuh menjadi seseorang yang penyayang, tubuhnya menjadi lebih sehat, dan percaya diri.

Bisa jadi kurangnya pelukan diantara suami istri,

saudara, dan orang tua pada anak menjadi salah

satu faktor banyaknya masalah atau gangguan emosi yang muncul dalam masyarakat. Misalnya, tingginya angka kejahatan kriminalitas, narkoba dan kenakalan remaja. Kekerasan dalam rumah tangga juga dapat terjadi karena kekurangan pelukan, tidak ada sosok atau contoh yang dapat memberikan kasih sayang dan perhatian. Dan bisa jadi solusi untuk mengurangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memberikan pelukan kasih sayang diantara pasangan suami istri, saudara, teman dan orang tua-anak. Jadi, tunggu apalagi segera berikan pelukan terbaik bagi keluarga kita.