Manfaat Lain Tidur Siang: Jadi Gampang Menghafal Lagu

Doktersehat.com – Untuk mendapatkan kesegaran instan, tak perlu meminum kopi berkafein tinggi. Tiga puluh menit tidur siang ternyata sudah cukup menghilangkan kelelahan Anda dan menyegarkan lagi memori, serta meningkatkan suasana hati.



Walau tidak terlihat secara langsung, tidur siang nyatanya juga berdampak baik bagi kesehatan kulit Anda. Dikutip dari 3 Fat Chicks, tidur siang yang cukup dan tak berlebihan akan membantu menurunkan hormon stres Anda. Dengan menurunnya tingkat stres, pikiran pun menjadi lebih sigap dan otomatis mengurangi risiko penuaan kulit.

Sebaliknya, kurang tidur dapat berkonsekuensi buruk pada tampilan kulit, seperti berwarna kekuningan, pucat, dan tidak segar. Sebabnya adalah, tubuh Anda tidak punya cukup waktu untuk melepaskan hormon-hormon pertumbuhan yang berefek pada produksi sel baru, mengganti sel lama. Inilah rahasia mengapa tidur yang cukup dapat membuat Anda lebih segar.

Tidur siang yang baik tidak perlu lama, yang penting berkualitas. Untuk meraih kesehatan kulit yang sempurna, tidur siang efektif dilakukan selama kurang dari satu jam. Tiga puluh menit adalah waktu ideal. Bahkan Sara C. Mednick, PhD. dari University of California, Amerika, via WebMD, menyatakan bahwa 15 sampai 20 menit untuk tidur siang saja sudah cukup untuk menyegarkan sistem dan meningkatkan “motor” di tubuh Anda

Penelitian yang dilakukan di Northwestern University menunjukkan bahwa beberapa bagian otak menjadi lebih aktif ketika sedang tidur. Bukan tidur malam yang serius, melainkan tidur pendek dengan durasi singkat yakni 90 menit seperti saat tidur siang.

Dalam penelitian tersebut, sejumlah partisipan yang sedang belakar musik diperdengarkan musik tertentu saat sedang tidur. Selama tidur sambil mendengarkan musik, aktivitas otaknya dipindai dengan alat khusus yang disebut Electroencephalography (EEG).

Hasil pemindaian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di bagian otak yang berhubungan dengan ingatan. Peningkatan ini terjadi dalam fase slow-wave sleep atau tidur gelombang pendek sebagaimana biasa terjadi saat seseorang sedang tidur siang.

Demikian juga setelah bangun tidur, para partisipan jadi lebih baik dalam memainkan musik yang sedang dipelajarinya. Tingkat kesalahan yang ia lakukan dalam memainkan melodi-melodi dari lagu yang diperdengarkan saat tidur cenderung lebih bagus dibandingkan kelompok kontrol.

“Temuan ini menegaskan hasil penelitian sebelumnya bahwa stimulasi eksternal selama tidur bisa mempengaruhi kemampuan kompleks,” kata Ken A Paller, peneliti senior yang terlibat dalam penelitian tersebut seperti dikutip dari Science Daily, Senin (25/6/2012).

Menurut Paller, peningkatan aktivitas otak saat sedang tidur tidak hanya bermanfaat bagi yang sedang belajar musik. Dalam mempelajari bahasa asing, kata-kata atau istilah baru akan lebih mudah diingat jika sering diperdengarkan saat sedang tidur.

Sumber : detikhealth.com & forum.vivanews.com