10 Manfaat Labu yang Bisa Didapatkan oleh Ibu Hamil

Doktersehat - Labu
Photo Credit: Flickr.com/pretty,strange

DokterSehat.Com– Bagi masyarakat Indonesia, labu adalah salah satu buah yang erat kaitannya dengan bulan puasa. Buah yang sering dikonsumsi saat waktu berbuka ini ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan, khususnya untuk ibu hamil.

Setidaknya, terdapat 19 vitamin dan mineral, termasuk antioksidan, serat, serta beragam nutrisi lain yang terkandung di dalam labu. Dalam 100 gram labu, terdapat 6,5 gram karbohidrat, 26 kalori, 1 gram protein, 2,7 gram gula, 21 miligram kalsium, 340 mg kalium, dan 12 mg magnesium.

Buah yang terkadang berwarna kuning atau oranye ini adalah salah satu makanan sehat dan padat nutrisi yang dapat Anda konsumsi dengan berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa manfaat labu kuning yang bisa diperoleh oleh ibu hamil, antara lain:

  1. Mencegah bayi terlahir cacat

Kandungan asam folat yang terdapat pada labu dipercaya bisa mencegah bayi cacar lahir. Folat adalah salah satu zat terpenting yang dibutuhkan ibu hamil dan janin selama masa kehamilan. Folat bekerja dengan menjaga tumbuh kembang sistem saraf sehingga ancaman-ancaman yang terkait dengan hal ini dapat dihindarkan.

2. Menjaga sistem pencernaan

Seperti halnya jenis sayuran lain, labu juga memiliki kandungan serat tinggi yang sangat berguna untuk menjaga sistem pencernaan dan menghindarkan gangguan seperti sembelit dan lain sebagainya. Fungsi lain dari serat adalah menjaga berat badan si ibu hamil agar tetap berada dalam ukuran normal dan wajar.

3. Mencegah gangguan otot

Kandungan zinc dalam labu mendukung fungsi vitamin C dan E dalam memperkuat sistem otot dan massa tulang. Zat-zat ini begitu diperlukan mengingat selama masa kehamilan, ibu hamil sering menghadapi gangguan di bagian otot atau tulang karena bertambahnya massa tubuh.

4. Menstabilkan tekanan darah

Gangguan tekanan darah pada ibu hamil bisa sangat menganggu kesehatannya. Agar hal ini tidak terjadi, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi labu. Kandungan kalium pada labu dipercaya dapat menstabilkan tekanan darah.

5. Memberi tambahan energi

Memiliki kandungan kalori yang rendah gula, labu adalah buah yang tidak membahayakan bagi ibu hamil. Sedangkan, kalori berguna memberi energi pada ibu hamil untuk tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, mengonsumsi labu juga dapat mencegah terjadinya dehidrasi karena labu mengandung air sebanyak 90 persen.

6. Meningkatkan daya tahan tubuh

Jika ibu hamil sering terkena penyakit, seperti batuk atau pilek, tidak ada salahnya mulai sekarang Anda rutin mengonsumsi labu. Sifat antioksidan dalam vitamin A dan C pada labu dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Selain itu, buah ini juga dipercaya membantu tubuh melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur.

7. Menurunkan risiko kanker

Risiko terjadinya beberapa kanker dapat ditekan dengan mengonsumsi buah labu. Beberapa penelitian menyatakan kandungan betakaroten pada labu berjasa dalam menurunkan risiko terkena kanker prostat, paru-paru, dan usus besar.

8. Menjaga penglihatan

Kandungan vitamin A yang melimpah pada labu disebabkan oleh betakaroten. Betakaroten inilah yang oleh tubuh diubah menjadi vitamin A dan berfungsi membantu retina menyerap dan memproses cahaya, serta esensial bagi kesehatan mata.

Selain itu, buah ini juga dipercaya dapat membantu mencegah pembentukan lapisan katarak pada mata dan memperlambat degenerasi makula, yaitu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan retina.

9. Menjaga suasana hati

Tidak hanya dagingnya saja yang dimanfaatkan, manfaat labu juga terdapat pada bijinya. Biji labu kuning adalah sumber triptofan, yakni asam amino esensial yang dapat diubah menjadi serotonin, zat kimia yang terkait dengan tidur dan rasa bahagia. Karena tubuh Anda tidak membuat triptofan sendiri, maka mengonsumsi biji labu dapat membuat Anda lebih mudah tidur dan memiliki suasana hati yang lebih baik.

10. Meningkatkan daya ingat

Buah labu adalah sumber lutein yang sangat baik. Lutein adalah salah satu vitamin karotenoid yang erat kaitannya dengan vitamin A dan betakaroten. Kandungan ini berperan penting bagi kesehatan mata. Selain itu, kandungan lutein juga dapat meningkatkan fungsi kognitif, termasuk kemampuan belajar, mengingat, dan konsentrasi.

Sementara itu, karena kandungan vitamin larut lemak yang cukup tinggi pada labu, disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak labu agar tidak terjadi keracunan vitamin A.