Manfaat Ikan Tuna Bagi Kesehatan

DokterSehat.com – Ikan tuna bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti steak atau shusi. Selain memiliki cita rasa yang tinggi, ikan tuna juga kaya akan protein. Mengonsumsi ikan tuna dipercaya mampu membentuk antibod. Tak hanya itu saja masih banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dari ikan tuna, yaitu:



Mencegah kanker
Dalam ikan tuna terdapat kandungan silenium dan vitamin E yang bisa membantu mencegah beberapa jenis kanker seperti kanker di pankreas dan beberapa organ yang memiliki saluran pencernaan seperti kerongkongan, laring, lambung, dan usus besar. Kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan tuna juga bisa membantu mencegah kanker payudara dan menekan risiko tertular leukimia.

Menjaga kesehatan mata
mengonsumsi ikan tuna segar secara teratur bisa mencegah risiko katarak diusia 50 tahun. Degenerasi makula ini bisa menurunkan fungsi penglihatan dan sering dialami orang yang berusia diatas 50 tahun.  Pasalnya tuna memiliki asam lemak omega-3 yang dapat melawan proses awal yang membentuk seorang terkena katarak.

Menyusutkan lemak dalam tubuh
Mengonsumsi tiga ons ikan tuna bisa menurunkan 110 kalori tiap hari. Untuk mengontrol berat badan Anda bisa mengganti daging berlemak dengan ikan tuna. Penggantian ikan tuna sebagai  sumber utama protein bisa secara efektif mengontrol berat badan Anda. Secara tak langsung, asupan yang ada dalam ikan tuna bisa menghemat ratusan kalori.

Detoksifikasi
Kandungan selenium pada ikan tuna diketahui bisa membersihkan tubuh dari bakteri atau senyawa yang bisa mengakibatkan seseorang jatuh sakit.

Melindungi kesehatan jantung
Ikan tuna juga bermanfaat untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular. Asam lemak omega-3 yang terkandung di dalamnya membantu mengurangi pembekuan darah, mencegah serangan jantung, dan stroke. Selain itu, mafaat mengonsumsi ikan tuna juga mencegah peradangan dan perubahan kolesterol menjadi plak yang menyumbat arteri.
 
Melindungi kesehatan otak
Mengonsumsi ikan tuna secara teratur bisa mencegah penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer. Hal ini bisa terjadi, karena asam lemak omega-3 dapat mencegah peradangan dan selalu mengedarkan darah ke otak.