Konsumsi Alpukat Saat Hamil, Inilah 8 Manfaat yang Anda Dapatkan

Doktersehat - Alpukat
Photo Credit: Flickr.com/regenlied

DokterSehat.Com– Menjaga pola makan yang sehat adalah suatu hal penting yang harus diperhatikan bagi ibu hamil. Konsumsi buah-buahan adalah salah satu upaya menjaga asupan yang sehat itu. Alpukat adalah salah satu buah yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil.

Manfaat alpukat untuk ibu hamil terletak pada kandungan lemak tak jenuh tunggal yang tinggi dan asam folatnya. Alpukat memiliki beragam manfaat karena mengandung hampir 20 vitamin dan mineral.

Asam folat menjadi nutrisi kunci di dalam masa kehamilan. Asam folat bertugas memproduksi dan mengatur jalinan sel baru. Sejumlah pakar kesehatan percaya bahwa asam folat bisa menurunkan risiko cacat lahir.

Selain menurunkan risiko cacat lahir, manfaat lain yang bisa Anda dapat dari alpukat, di antaranya:

  1. Mencegah anemia

Seorang ibu hamil sering kali kekurangan zat besi (Fe) sehingga menyebabkan anemia. Alpukat adalah buah yang kaya zat besi sehingga memakan beberapa potong alpukat cukup dalam memenuhi kebutuhan zat besi tubuh.

  1. Meningkatkan fungsi pencernaan

Di masa terakhir kehamilan, ibu hamil biasanya mengalami sembelit. Alpukat mengandung banyak serat yang berfungsi untuk mencerna makanan dengan baik. Selain itu, alpukat juga dapat meningkatkan pergerakan usus lebih baik.

  1. Membantu penyerapan nutrisi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi buah alpukat dapat meningkatkan penyerapan karotenoid dalam tubuh. Karotenoid sendiri diperoleh dari vitamin A yang ada di dalam alpukat. Karotenoid berguna untuk mencegah janin mendapat penyakit atau gangguan pada mata.

  1. Menurunkan kadar kolesterol dan gula darah

Alpukat yang dikonsumsi dapat menurunkan kolesterol dalam darah dan juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Menurut sebuah penelitian, alpukat memberikan hasil signifikan dalam menurunkan total kolesterol (LDL) dan kolesterol baik meningkat sebanyak 11-17%.

  1. Mengatasi kram

Kaki kram adalah masalah umum yang cukup sering dialami oleh ibu hamil. Konsumsi buah yang mengandung potasium seperti alpukat dapat membantu ibu hamil mengatasi kram.

  1. Mengatasi peradangan

Alpukat mengandung karotenoid yang termasuk dalam beta karoten dan likopen yang merupakan nutrisi penting. Hal ini dapat mengurangi peradangan pada lambung dan peradangan lapisan mukosa pada usus halus.

  1. Mengatasi mual

Cara mengatasi mual saat hamil muda adalah dengan asupan vitamin B1, B2 dan B6. Ketiga vitamin itu dapat Anda dapatkan dari buah alpukat. Vitamin B1 atau dikenal dengan sebagai Tiamin, dipercaya bisa mengurangi rasa mual dan muntah dipagi hari.

Sedangkan, B2 dikenal dengan Riboflavin, menjadi elemen penting untuk membantu penguraian zat makanan untuk janin. Sementara vitamin B6 sering dikenal sebagai Pridoksin, penting sebagai daya tahan ibu yang sedang hamil.

  1. Mencegah deformitas

Asam folat yang terdapat pada alpukat penting dalam pengembangan organ tubuh bayi. Kekurangan asam folat menyebabkan deformitas tulang pada bayi sebelum lahir. Deformitas merupakan susunan gigi tetap yang tidak teratur karena gangguan rahang yang sedang mengalami perkembangan. Dampaknya, langit-langit bisa berbentuk melengkung dan mengalami keterlambatan gigi susu untuk tanggal.

Waktu yang Tepat Mengonsumsi Alpukat

Ibu hamil membutuhkan setidaknya 400 mikrogram asam folat tiap harinya. Satu buah alpukat menyediakan sekitar 45 mikrogram asam folat. Dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat sejak trimester pertama kehamilan.

Manfaat folat bagi ibu hamil pada trimester pertama kehamilan terutama untuk mendukung perkembangan sistem saraf pusat bayi, yaitu otak dan saraf tulang belakangnya. Kebutuhan asupan folat juga diberikan melalui vitamin prenatal yang diperoleh melalui resep dokter.

Selain untuk perkembangan otak bayi, asam folat juga dibutuhkan untuk menghasilkan sel-sel darah merah dan mencegah anemia tertentu. Pembentukan, perbaikan dan kerja DNA serta pembangunan dinding sel tubuh juga membutuhkan asam folat yang cukup. Asam folat juga diperlukan untuk pembentukan sel untuk membangun plasenta dan janin yang dikandung.